Upaya Pemprov Riau Perkuat Pencegahan Korupsi Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Januari 2026

Sayed Abubakar

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Langkah Pemerintah Provinsi Riau dalam memperkuat upaya pencegahan korupsi kembali mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Penetapan tujuh desa di Riau sebagai desa percontohan antikorupsi dinilai mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan berkelanjutan.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh mantan Anggota DPR RI, Sayed Abubakar. Menurutnya, kebijakan yang diinisiasi di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menunjukkan arah reformasi birokrasi yang tepat melalui pendekatan berjenjang, dimulai dari pemerintah provinsi hingga ke tingkat pemerintahan desa.

Sayed menilai, pembangunan pemerintahan yang bersih tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan keteladanan dari pimpinan di tingkat atas agar nilai-nilai integritas dapat diterapkan secara menyeluruh hingga ke lapisan pemerintahan paling bawah.

“Pemerintahan yang bersih harus dimulai dari atas. Ketika Pemerintah Provinsi memberikan contoh yang baik, maka nilai integritas itu akan mengalir ke kabupaten, kecamatan, hingga desa. Inilah esensi tata kelola pemerintahan yang sehat,” ujar Sayed, Rabu (28/1/2026).

Ia juga menyoroti pengalaman panjang SF Hariyanto di birokrasi pemerintahan yang dinilai menjadi modal penting dalam merumuskan kebijakan yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi menyentuh substansi persoalan tata kelola di Riau.

Menurutnya, kepemimpinan yang berangkat dari pengalaman akan melahirkan kebijakan yang terukur dan sistematis.

Hal tersebut, kata Sayed, terlihat dari langkah konkret yang diambil Pemerintah Provinsi Riau dalam memperkuat pencegahan korupsi hingga ke tingkat desa.

Lebih lanjut, Sayed menegaskan bahwa penetapan desa percontohan antikorupsi harus dipandang sebagai fondasi awal dalam membangun ekosistem pemerintahan yang bersih dan berkelanjutan.

Ia berharap program tersebut terus dikawal agar tidak berhenti pada tataran simbolik semata, melainkan diperluas dan diperkuat di seluruh wilayah Provinsi Riau.

“Dengan konsistensi dan komitmen yang kuat, Riau tidak hanya dikenal karena kekayaan sumber daya alamnya, tetapi juga sebagai provinsi yang memiliki tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan pelayanan publik yang bermartabat,” pungkasnya.(srn1)