Wajah Baru Dibangun dengan Infrastruktur dan Marwah Melayu

Ahad, 22 Februari 2026

Datuk Seri Rizky Bagus Oka.

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Genap satu tahun kepemimpinan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota  dan  sejak dilantik pada 20 Februari 2025 menjadi momentum refleksi arah pembangunan Kota Pekanbaru. Dengan mengusung tagline Kolaborasi Membangun Negeri, Aman, pemerintah kota dinilai membawa perubahan signifikan melalui percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi, serta upaya menjaga identitas budaya Melayu.

Refleksi tersebut disampaikan Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka yang menilai pembangunan kota perlu terus dijaga keseimbangannya antara kemajuan fisik dan nilai-nilai adat.

Datuk Seri Rizky Bagus Oka, menyebut tahun pertama kepemimpinan pasangan Agung Nugroho–Markarius Anwar menunjukkan langkah progresif dalam modernisasi kota, mulai dari pembenahan infrastruktur hingga penguatan kondisi fiskal daerah.

Menurutnya, pembangunan fisik harus tetap berpijak pada jati diri daerah sebagai Tanah Melayu.

“Percepatan pembangunan patut diapresiasi, namun setiap kemajuan harus tetap mencerminkan keluhuran budaya dan identitas masyarakat Pekanbaru,” ujarnya.

Dalam satu tahun menjabat, arah pembangunan Kota Pekanbaru tidak hanya difokuskan pada pembenahan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan sektor ekonomi masyarakat. MKA LAMR menilai pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

Sektor ini diharapkan tidak sekadar menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga tampil sebagai etalase budaya Melayu yang memperkenalkan identitas Riau kepada masyarakat luas, termasuk dalam agenda menjadikan Pekanbaru sebagai tuan rumah berbagai kegiatan nasional dan internasional.

Penataan pedagang dan ruang publik pun diharapkan tetap mengedepankan nilai musyawarah serta asas kekeluargaan sesuai falsafah adat Melayu.

Fokus pada Generasi Masa Depan

Selain pembangunan ekonomi dan infrastruktur, perhatian terhadap pembangunan sumber daya manusia juga menjadi sorotan. MKA LAMR memberikan dukungan terhadap program Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menekan angka stunting.

Upaya tersebut dinilai sejalan dengan nilai budaya Melayu yang menempatkan anak sebagai pelita masa depan keluarga dan masyarakat. Penanganan stunting dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Dalam menjaga ketertiban dan nilai budaya, langkah tegas Pemerintah Kota Pekanbaru menutup salah satu tempat hiburan yang dinilai tidak sejalan dengan norma setempat turut mendapat perhatian. Kebijakan tersebut dipandang sebagai upaya menjaga marwah budaya Melayu sekaligus pengingat bagi pelaku usaha agar mematuhi aturan dan nilai yang berlaku.

MKA LAMR juga menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam semangat “Tali Berpilin Tiga” antara pemerintah, ulama, dan tokoh adat. Sinergi tersebut dinilai penting agar pembangunan kota berjalan seimbang antara kemajuan ekonomi, kekuatan infrastruktur, dan keluhuran budaya.

Dengan refleksi satu tahun kepemimpinan ini, Kota Pekanbaru diarahkan tidak hanya menjadi kota yang maju secara fisik dan ekonomi, tetapi juga tetap teguh menjaga nilai dan identitas budaya sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

“Kemajuan kota harus dikawal bersama. Pembangunan ekonomi yang cepat harus dibarengi tata kelola yang beradab. Kota ini harus maju secara ekonomi, tangguh infrastrukturnya, dan tetap bermarwah secara budaya,” tutupnya.(srn1)