BagaimananTantangan MBG di Lapangan, Ini Kata Rizky Bagus Oka,..

Rabu, 11 Maret 2026

Rizky Bagus Oka

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Rizky Bagus Oka, menepis isu yang menyebut adanya praktik korupsi dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pekanbaru.

Ia menegaskan bahwa penganggaran program tersebut telah mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Perlu diketahui, sesuai aturan, anggaran untuk anak-anak sebesar Rp10 ribu per porsi dan balita Rp8 ribu per porsi. Jadi jika ada isu korupsi terkait MBG, tentu sangat kita sayangkan,” ujarnya.

Rizky menjelaskan, dinamika harga kebutuhan pokok di pasaran turut memengaruhi pelaksanaan program. Menurutnya, lonjakan harga yang terjadi akibat meningkatnya kebutuhan secara tiba-tiba menjadi tantangan tersendiri bagi penyedia dapur MBG.

Ia menilai keluhan masyarakat merupakan hal yang wajar, terutama menjelang bulan Ramadan ketika permintaan bahan pokok meningkat. Selain itu, selama Ramadan terdapat penyesuaian teknis dalam penyajian makanan.

“Untuk bulan puasa, MBG diminta menyediakan produk yang bisa bertahan hingga 12 jam karena makanan tersebut diperuntukkan bagi berbuka puasa, bukan makan siang seperti biasanya,” jelasnya.

Terkait temuan menu yang dinilai belum sepenuhnya matang, Rizky menyebut hal itu merupakan bagian dari penyesuaian agar kualitas makanan tetap terjaga saat dikonsumsi pada waktu berbuka. Ia memastikan setelah Idul Fitri, pola penyajian akan kembali normal seperti sebelumnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti persoalan kelangkaan susu yang sempat terjadi. Menurutnya, hal itu berkaitan dengan ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang hanya memperbolehkan distribusi susu tanpa rasa atau susu UHT dalam program MBG.

“Di Pekanbaru saat ini sudah ada 90 dapur MBG. Bisa dibayangkan berapa besar kebutuhan susu setiap harinya. Sementara stok di pasaran memang sedang terbatas,” terangnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Rizky mendorong pemerintah pusat, khususnya Presiden RI, agar mendukung pendirian pabrik susu di Pekanbaru guna menjamin ketersediaan pasokan. Ia menyebut rencana tersebut hampir berjalan dan diharapkan dapat segera terealisasi.

“Kita berharap dengan adanya pabrik susu di Pekanbaru, kebutuhan dapat terpenuhi dan distribusi kembali normal,” tutupnya.(srn1)