Catat Kenaikan 8,7 Persen, Sukses Layani 218.071 Penumpang dan Zero Accident

Selasa, 31 Maret 2026

Halal bi Halal dan penutupan posko angkutan Idul Fitri 1447 H di Bandara Internasional SSK II, Senin (30/3/2026). (Foto: SSK II)

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II resmi menutup operasional Posko Terpadu Angkutan Idul Fitri 1447 H / 2026 Masehi yang beroperasi aktif sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026.

Penutupan dibarengi dengan halal bi halal. Apel Penutupan Posko yang diikuti oleh manajemen internal Bandara SSK II bersama seluruh stakeholder bandara pada Senin (30/3/2026).

“Berkat sinergi yang erat antara PT Angkasa Pura Indonesia sebagai operator bandara dengan seluruh stakeholder, peningkatan lalu lintas penerbangan dan pergerakan penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026 dapat dilayani secara optimal, dengan pencapaian utama zero accident,” ujar General Manager Bandara SSK II, Achmad, Selasa (31/3/2026).

Diungkapkannya, sepanjang periode posko dibuka, Bandara SSK II melayani sebanyak 218.071 penumpang. Angka ini mengalami peningkatan 8,7 persen dibandingkan periode Angkutan Idul Fitri 2025 sebanyak 200.675 penumpang.

Disampaikannya juga, untuk puncak arus mudik penumpang terjadi pada 17 Maret 2026 dengan jumlah 12.837 penumpang dan puncak arus balik terjadi pada 30 Maret 2026 dengan jumlah 13.354 penumpang.

Dari sisi operasional penerbangan, bandara SSK II melayani 1.404 pergerakan pesawat selama periode Angkutan Lebaran 2026, meningkat 10,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dimana bandara melayani sebanyak 1.268 pergerakan pesawat.

Peningkatan ini juga didukung oleh realisasi 179 penerbangan tambahan (extra flight) dari maskapai Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Super Air Jet dan Wings Air pada rute Jakarta, Batam, Yogyakarta, Kuala Lumpur serta Gunung Sitoli Nias.

Peningkatan trafik periode Angkutan Lebaran 2026 dibandingkan 2025 yang berhasil dilayani secara optimal dan mencatatkan zero accident ini semakin mempertegas peran strategis Bandara Sultan Syarif Kasim II sebagai pintu gerbang utama konektivitas udara di wilayah Riau.

“Pertumbuhan trafik periode Angkutan Lebaran di awal tahun 2026 ini menjadi motivasi bagi Bandara SSK II untuk terus meningkatkan kualitas layanan sepenuh hati dan, kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, guna memberikan pengalaman yang berkesan bagi para pengguna jasa serta utamanya mendukung pengembangan pariwisata serta perekonomian daerah di Provinsi Riau” tutupnya.(srn3)