
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Upaya pemulihan bagi penyintas adiksi di Pekanbaru kini bertambah. Rumah Rehabilitasi Narkotika Baitul Fitrah resmi hadir sebagai ruang aman untuk membantu mereka yang ingin lepas dari ketergantungan narkotika (penyintas adiksi).
Dipimpin Akhyar Chomel, Rumah Rehabilitasi Narkotika Baitul Fitrah ini menekankan pendekatan pemulihan yang utuh, bukan sekadar menghentikan penggunaan.
“Kami ingin jadi rumah kedua. Tempat mereka bangkit dan menata kembali hidup,” ujar Akhyar, Selasa (12/5/2026).
Dipaparkannya, Baitul Fitrah menggabungkan beberapa metode pemulihan. Mulai dari rehabilitasi sosial untuk melatih kemandirian, konseling psikologis untuk mengelola emosi, hingga pembinaan mental dan spiritual sebagai penguat diri.
Akhyar menjelaskan, latar belakang pendirian rumah rehabilitasi ini adalah besarnya kebutuhan layanan pemulihan yang berkelanjutan di Pekanbaru. Data menunjukkan, banyak penyintas adiksi kesulitan mengakses pendampingan yang komprehensif setelah berhenti menggunakan narkotika.
Salah satu nilai penting yang diusung Baitul Fitrah adalah keterlibatan keluarga. “Pemulihan tidak bisa sendiri. Dukungan keluarga jadi kunci agar prosesnya berhasil dan tidak kambuh lagi,” tambah Akhyar.
Karena itu ditegaskannya, keluarga juga diberi edukasi agar mampu mendampingi dengan tepat.
Oleh karena itu, kehadiran Baitul Fitrah diharapkannya dapat menekan dampak penyalahgunaan narkotika di Pekanbaru dan sekitarnya.
Lebih dari itu, ditambahkannya, lembaga ini ingin mengubah cara pandang masyarakat: bahwa adiksi adalah persoalan kesehatan yang bisa dipulihkan, dan setiap penyintas berhak mendapat kesempatan kedua untuk produktif kembali.(srn2)