
Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Riau Arif Eka Saputra SPi saat berdialog dengan mahasiswa saat dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di UIN Suska Riau, Rabu (10/6/2026). (FOTO: siaranCoId)
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Riau, Arif Eka Saputra SPi, turun ke kampus. Kali ini ia menyapa ratusan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Rabu (10/6/2026).
Di hadapan mahasiswa, Arif tidak cuma bicara soal Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia menekankan, empat pilar kebangsaan itu harus jadi GPS anak muda Riau untuk menghadapi masa depan.
Arif menyebut mahasiswa punya posisi strategis. Tugasnya bukan cuma unggul di kelas, tapi juga punya karakter kebangsaan yang kuat.
"Empat Pilar MPR RI bukan sekadar materi yang dipelajari di kelas. Ini harus jadi pedoman berpikir dan bertindak sehari-hari. Mahasiswa adalah calon pemimpin yang akan menentukan arah pembangunan Indonesia, termasuk Riau," kata Arif.
Menurutnya, tantangan ke depan makin kompleks. Selain ekonomi dan teknologi, derasnya arus informasi di media sosial bisa mengikis persatuan kalau tidak disikapi bijak. Hoaks, polarisasi, sampai turunnya rasa nasionalisme jadi PR besar generasi muda.
Arif juga menyorot isu daerah. Riau, katanya, punya modal besar, migas, sawit, hingga potensi ekonomi hijau. Tapi semua itu akan sia-sia tanpa generasi muda yang siap.
"Kekayaan alam Riau tidak akan maksimal manfaatnya kalau SDM-nya tidak disiapkan dengan kompetensi, integritas, dan semangat kebangsaan yang kuat," tegasnya.
Ia mendorong mahasiswa UIN Suska jadi bagian solusi. Mulai dari mengurai ketimpangan pembangunan, menguatkan ekonomi masyarakat, sampai menjaga harmoni di tengah keberagaman yang jadi identitas Riau.
"Pembangunan daerah harus jalan bareng penguatan nilai persatuan. Jangan sampai maju ekonominya, tapi kohesi sosialnya retak," ujarnya.
Ajak Lawan Hoaks dengan Literasi Digital
Sesi tanya jawab berlangsung ramai. Mahasiswa banyak bertanya soal bagaimana mengamalkan Empat Pilar di era digital.
Arif pun menantang mahasiswa jadi pelopor literasi digital. "Riau berbatasan langsung dengan negara tetangga. Perannya penting untuk ketahanan nasional. Cinta tanah air jangan cuma di upacara. Buktikan lewat pendidikan, kewirausahaan, inovasi, dan pengabdian ke masyarakat," ajaknya.
Respons mahasiswa positif. Bagi mereka, sosialisasi ini bukan cuma kuliah konstitusi, tapi juga membuka wawasan tentang peran anak muda dalam membangun daerah.
Arif berharap, dari forum ini lahir generasi Riau yang cerdas, tapi juga punya komitmen menjaga persatuan dan demokrasi.
"Saya yakin, dengan semangat Empat Pilar, mahasiswa bisa jadi motor penggerak. Bawa Riau makin maju, tapi jati diri bangsanya tetap utuh," tutupnya.(srn4)