Sampah Pekanbaru Mulai Teratasi, DPRD Minta Armada dan LPS Terus Dibenahi

Selasa, 18 Agustus 2026

Suasana hearing Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru bersama DLHK Pekanbaru, Selasa (18/8/2026). (FOTO: siaranCoId)

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Penanganan sampah di Kota Pekanbaru mulai menunjukkan perbaikan. Meski begitu, DPRD Pekanbaru meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tidak berhenti melakukan pembenahan, terutama pada armada pengangkutan, ritasi hingga kinerja Lembaga Pengelola Sampah (LPS).

Evaluasi terhadap penanganan sampah tersebut dibahas Komisi IV DPRD Pekanbaru bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru dalam hearing di ruang Komisi IV DPRD Pekanbaru, Selasa (18/8/2026).

Hearing dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Nurul Ikhsan, didampingi Sekretaris Komisi IV Roni Amriel serta anggota Zulfan Hafiz, Zulkardi, Sovie Septiana, Pangkat Purba, H Ervan, Hamdani dan Nofrizal.

Dari DLHK Pekanbaru hadir Kepala DLHK Reza Aulia Putra, Sekretaris Indah dan sejumlah staf.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Nurul Ikhsan mengapresiasi perbaikan penanganan sampah sepanjang 2026. Dibandingkan tahun sebelumnya, berbagai kendala teknis dalam proses pengangkutan sampah dinilai sudah jauh berkurang.

"Alhamdulillah, tapi hasil ini kita minta ditingkatkan lagi," kata Nurul usai hearing.

Menurut Nurul, perbaikan tersebut harus terus dijaga dan ditingkatkan. Terlebih, dukungan anggaran dan armada pengangkutan telah mengalami peningkatan.

DLHK Pekanbaru sebelumnya memiliki pagu anggaran sekitar Rp138 miliar. Anggaran tersebut kemudian mengalami dua kali pergeseran hingga meningkat menjadi lebih dari Rp167 miliar.

Peningkatan anggaran tersebut berkaitan dengan penambahan kontrak kerja untuk mendukung operasional pengangkutan sampah.

Dukungan armada juga bertambah dengan 8 unit truk fuso, 68 unit dump truck dan 20 unit kendaraan pikap. Selain itu, di sejumlah depo tersedia tiga unit alat berat untuk mendukung penanganan persampahan.

Namun, Nurul mengingatkan penambahan anggaran dan armada harus berbanding lurus dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

"Hasil pemaparan DLHK tadi, realisasi anggaran khusus sektor persampahan hingga 30 Juli 2026 telah mencapai sekitar Rp108 miliar. Kondisi ini menjadi perhatian kami, terutama dalam upaya memastikan penggunaan anggaran tetap efektif dan efisien," ujarnya.

Komisi IV DPRD Pekanbaru, kata dia, akan terus melakukan evaluasi terhadap realisasi anggaran dan kinerja pengelolaan sampah. Tujuannya agar dukungan yang diberikan pemerintah benar-benar menghasilkan pelayanan yang semakin baik.

Sementara itu, Kepala DLHK Pekanbaru Reza Aulia Putra mengatakan, pembenahan sistem persampahan ke depan tidak boleh hanya berfokus pada pengangkutan.

Menurutnya, pengelolaan sampah harus mulai diarahkan pada sistem yang lebih menyeluruh, mulai dari pemilahan hingga pengolahan.

"Penanganan sampah ke depan tidak boleh hanya berfokus pada pengangkutan. Tapi sudah mulai diarahkan pada tahapan pemilahan hingga pengolahan," kata Reza.

Dalam hearing tersebut, Komisi IV dan DLHK Pekanbaru juga membahas rencana kerja persampahan untuk 2027 serta evaluasi terhadap LPS.

Hasil evaluasi nantinya akan disampaikan kepada masing-masing kecamatan. LPS yang dinilai belum maksimal akan dipanggil untuk dilakukan evaluasi dan pembinaan.

Reza mengatakan, keberadaan LPS menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah di tingkat lingkungan.

"Jadi, setelah RT RW dilantik kemarin, pelaksanaan program dan perintah Wali Kota, khususnya terkait pengelolaan sampah melalui LPS, diharapkan tidak lagi mengalami kendala. Sehingga kota kita bisa semakin bersih, semakin indah, dan Adipura bisa kita raih," ujarnya.

Dia mengakui masih terdapat pekerjaan rumah dalam pengelolaan sampah, terutama terkait kinerja LPS. Sebagian LPS dinilai sudah bekerja maksimal, namun sebagian lainnya masih belum menunjukkan kinerja yang baik.

Karena itu, DLHK akan terus mendorong peningkatan kinerja LPS, termasuk melalui evaluasi dan pemberian motivasi agar pelayanan pengangkutan sampah di lapangan semakin maksimal.

"Pastinya evaluasi dan peningkatan kinerja LPS kita harapkan bisa memperkuat sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh. Mulai dari pengangkutan, pemilahan hingga pengolahan, sehingga target kebersihan dan raihan penghargaan Adipura dapat diwujudkan," pungkasnya.(srn1)