
Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat bersama Bupati Kampar Ahmad Yuzar, Rektor Universitas Pahlawan Prof Dr Amir Lutfi, dan tamu undangan berpose usai menanam pohon. Kegiatan konservasi ini disebut Menteri LH sebagai upaya menghindarkan bencana hidrometeorologi di Kampar, Sabtu (22/8/2026). (FOTO: siaranCoId)
SIARAN.CO.ID, KAMPAR - Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat mengapresiasi langkah Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai di Kabupaten Kampar yang aktif melakukan kegiatan konservasi lingkungan.
Apresiasi itu disampaikan Jumhur usai melakukan penanaman pohon di kawasan hutan konservasi Hortus Botanicus, Kampus Universitas Pahlawan, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan itu juga dihadiri Bupati Kampar Ahmad Yuzar dan Rektor Universitas Pahlawan Prof Dr Amir Lutfi, serta Mitra strategis Menteri LH Sahabat Lingkungan Provinsi Riau yang dipimpin Muhammad Akhyar dan rombongan.
"Semua Orang Cemas Soal Lingkungan"
Jumhur mengatakan, saat ini seluruh dunia sedang cemas dengan kondisi lingkungan. Kecemasan itu muncul akibat bencana yang terjadi di berbagai negara karena perubahan iklim.
"Sekarang semua orang itu bicara soal lingkungan, dan semua orang cemas, bahkan seluruh dunia juga cemas. Kenapa? Karena ratusan tahun membangun tapi mengabaikan lingkungan," kata Jumhur.
Ia menyebut, bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan longsor terjadi karena ulah manusia. Data BNPB mencatat lebih dari 90 persen bencana di Indonesia bukan karena alam, melainkan ulah manusia.
"Kegiatan di sini jelas akan menghindarkan itu. Karena ini ada proses penanaman, konservasi, yang apabila kelakuan seperti ini dilakukan di banyak tempat, maka kita akan terhindar dari bencana-bencana hidrometeorologi yang sekarang kita alami," ujarnya.

Ajak Kolaborasi dan Apresiasi Upaya Karhutla Riau
Jumhur menegaskan, Kementerian LH siap berkolaborasi dengan kampus untuk memastikan program lingkungan berjalan.
"Saya terima kasih, kita akan berkolaborasi untuk memastikan semua berjalan," tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Jumhur juga mengapresiasi upaya pemadaman karhutla di Riau. Ia menyebut baru saja melakukan patroli udara bersama Kapolda Riau untuk memastikan kondisi di lapangan.
"Hari ini saya dapat laporan sudah ada pemadaman dan pendinginan dan sekarang saya boleh katakan bahwa di Riau ini lebih baik dibandingkan dengan provinsi-provinsi yang sedang lebih menghangat lagi, terutama Kalimantan dan Sumatera Selatan," jelasnya.
Keberhasilan itu, menurutnya, tidak lepas dari kerja aparatur pemerintah dan masyarakat yang peduli terhadap kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi ini semua karena kerja aparatur, aparatur pemerintah, masyarakat setempat yang peduli terhadap kebakaran hutan dan lahan dan akhirnya bisa berhasil seperti ini," tutupnya.
Rektor Universitas Pahlawan Prof Dr Amir Lutfi sebelumnya menegaskan kampus memiliki visi lingkungan yang baik ke depan dan siap menjadi mitra pemerintah dalam menjaga bumi.(srn4)