Sosialisasikan 4 Pilar di Tirta Siak, Arif Eka Saputra Dorong Penanganan Kawasan Kumuh

Jumat, 21 Agustus 2026

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Anggota DPD/MPR RI Dapil Riau, Arif Eka Saputra, S.Pi, di Kelurahan Tirta Siak, Pekanbaru, Jumat (21/8/2026). (FOTO: siaranCoID)

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Anggota DPD RI/MPR RI, Dapil Riau, Arif Eka Saputra SPi, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kelurahan Tirta Siak, Kota Pekanbaru, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti lurah, pengurus RT/RW, dan masyarakat setempat.

Empat Pilar MPR RI yang disosialisasikan meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Selain penguatan wawasan kebangsaan, forum ini juga menjadi ruang dialog untuk membahas persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat kelurahan.

Salah satu isu utama yang mengemuka adalah kondisi permukiman di Kelurahan Tirta Siak.

Beberapa persoalan lingkungan seperti sanitasi, drainase, pengelolaan sampah, serta keterbatasan infrastruktur dasar menjadi perhatian peserta.

Arif Eka Saputra menekankan, nilai-nilai Empat Pilar tidak hanya dipahami secara teori, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk melalui kepedulian terhadap lingkungan dan semangat gotong royong.

“Semangat Pancasila harus hadir dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya melalui gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan. Persoalan kawasan kumuh tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan kawasan kumuh memerlukan sinergi antara pemerintah, perangkat kelurahan, RT/RW, dan masyarakat. Pemerintah berperan dalam penyusunan kebijakan dan penyediaan infrastruktur, sementara masyarakat berperan menjaga kebersihan, ketertiban, dan keberlanjutan lingkungan.

Arif juga mendorong agar aspirasi masyarakat Tirta Siak terkait lingkungan dan kebutuhan infrastruktur disampaikan melalui jalur pemerintahan yang tersedia. Dengan demikian, persoalan yang dirasakan warga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan.

Dia menegaskan, keterlibatan lurah, RT/RW, dan masyarakat dalam kegiatan ini dinilai penting karena langsung bersentuhan dengan persoalan di lapangan.

Dialog dan penyampaian aspirasi ini juga diharapkan menjadi langkah awal mencari solusi bagi persoalan permukiman dan lingkungan di Tirta Siak.(srn4)