Pemprov Riau Dorong Candi Muara Takus Jadi Ikon Wisata Sejarah

Senin, 19 Oktober 2026

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat meninjau langsung Candi Muara Takus, Kampar didampingi Sekda Prov Riau Syahrial Abdi, Minggu (18/12/026). (FOTO: mediacenterriau)

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meninjau langsung Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar, Minggu (18/10/2026). 

Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat upaya pelestarian situs bersejarah sekaligus mendorong pengembangannya sebagai destinasi wisata unggulan Riau.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau Syahrial Abdi mengatakan, peninjauan dilakukan di zona inti kawasan yang menyimpan empat bangunan candi utama. Menariknya, tim juga menemukan indikasi situs baru yang berjarak sekitar 100 meter dari kompleks utama.

"Hari ini kita berada di zona inti Candi Muara Takus. Ada empat bangunan candi utama dan informasi terbaru ada situs baru sekitar 100 meter dari sini," ujar Syahrial.

Jejak Penting Peradaban Melayu Tua

Ketertarikan Menteri Kebudayaan terhadap Muara Takus tidak lepas dari nilai historisnya. Candi yang diperkirakan peninggalan abad ke-7 hingga 12 ini diyakini menjadi pusat pembelajaran agama Budha dan memiliki keterkaitan erat dengan kerajaan-kerajaan Melayu tua serta jejak peradaban Nusantara.

Tak heran, Kemenbud sebelumnya juga melakukan penataan di Candi Muaro Jambi yang secara historis memiliki benang merah dengan Muara Takus.

"Pak Menteri sengaja meluangkan waktu untuk membedah sejarah kawasan ini secara langsung," kata Syahrial.

Dalam peninjauan tersebut, Fadli Zon juga mencermati aspek teknis pelestarian, mulai dari luas kawasan, status lahan, hingga material batuan penyusun candi. Diketahui, pemugaran besar terakhir Candi Muara Takus dilakukan pada 1978-1987 atau memakan waktu 9 tahun. Rentang ini menunjukkan bahwa perawatan cagar budaya membutuhkan proses panjang dan berkelanjutan.

Didorong Jadi Paket Wisata One Day Trip

Pemprov Riau menyambut baik perhatian pusat ini. Ke depan, pengembangan Muara Takus tidak hanya sebagai cagar budaya yang terawat, tapi diarahkan terintegrasi dengan infrastruktur dan destinasi sejarah lain.

Akses kini semakin mudah dengan dukungan jalan tol dari Pekanbaru. Pemprov juga telah membuka akses jalan yang menghubungkan Muara Takus menuju Kabupaten Rokan Hulu.

"Jika ditata terpadu, kita bisa ciptakan paket wisata sejarah yang luar biasa," jelas Syahrial.

Konsep yang ditawarkan adalah Jalur One Day Trip: dimulai dari Candi Muara Takus, dilanjutkan ke Istana Raja Rokan IV Koto, dan berakhir di situs heroik Benteng Tujuh Lapis Tuanku Tambusai di Rokan Hulu.

Nilai Edukasi Candi Muara Takus bukan sekadar tumpukan bata tua. Ia adalah bukti bahwa Riau pernah menjadi simpul penting jalur peradaban, pendidikan, dan spiritual di Nusantara. Menjaga candinya berarti menjaga ingatan kolektif tentang siapa kita.

"Melalui peninjauan ini, kita berharap Candi Muara Takus berkembang tidak hanya sebagai situs cagar budaya, tapi juga ikon pariwisata utama Riau," pungkas Syahrial.(srn4)