
Pekerjaan pelebaran jalan HR Soebrantas Kota Pekanbaru.
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Pemandangan kabel yang semrawut menjuntai di udara masih menghiasi sejumlah ruas jalan di Pekanbaru. Namun, tak lama lagi, kondisi itu akan berubah di Jalan HR Soebrantas.
Pemerintah Provinsi Riau memastikan jaringan kabel listrik dan telekomunikasi di ruas tersebut bakal dipindahkan ke bawah tanah. Penataan ini akan mengikuti konsep yang sudah diterapkan di Jalan Ronggo Warsito.
Rencana penanaman kabel itu berbarengan dengan proyek pelebaran Jalan HR Soebrantas sepanjang 800 meter.
"Untuk lokasi pelebaran jalan HR Soebrantas sepanjang 800 meter, tiang PLN dan provider dialihkan ke kabel bawah box utilitas," kata PPTK Dinas PUPR-PKPP Riau, Sutrisno dikutip dari goriau, Senin (19/10/2026).
Dalam prosesnya, Sutrisno menegaskan, pemindahan ini dilakukan atas arahan pimpinan karena banyak tiang listrik dan tiang provider tepat berada di area pelebaran. Jika tidak dipindahkan, akan menghambat pekerjaan.
Rencana ini sudah disosialisasikan lewat rapat bersama PLN, perusahaan telekomunikasi, APJATEL Riau, dan APJII Riau.
Sambil menunggu box utilitas bawah tanah rampung, kabel-kabel untuk sementara digeser ke posisi yang lebih aman agar tidak mengganggu alat berat.
"Karena tiang dan kabel banyak di lokasi pelebaran, maka kita minta pihak provider sementara waktu memindahkan kabelnya ke posisi yang aman," ujarnya.
Pekerjaan pemindahan di HR Soebrantas ini berkaca pada penataan di Jalan Ronggo Warsito. Sejak Mei 2026, Pemko Pekanbaru bersama APJATEL sudah mulai menertibkan kabel fiber optik yang semrawut di sana dan ditargetkan masuk ke bawah tanah.
Penataan kabel bukan cuma soal estetika. Kabel yang menjuntai terlalu rendah bahkan pernah membahayakan pengendara motor yang melintas.
Jika sesuai rencana, HR Soebrantas bakal lebih rapi tanpa kabel bergelantungan di udara.
Diketahui, pelebaran HR Soebrantas dilakukan di dua titik, yakni sekitar Universitas Riau sepanjang 505 meter dan kawasan pemancar RRI sepanjang 300 meter. Jalan akan dilebarkan hingga 16 meter di satu sisi untuk mengurai macet di jam sibuk pagi dan sore.
Proyek ini ditargetkan rampung Desember 2026. "Ditargetkan selesai bulan Desember, insyaallah," pungkas Sutrisno.(srn3)