
Zainal Arifin.
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Jagat media sosial Pekanbaru dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang diduga menampilkan aktivitas menyimpang di kafe Laksamana Muda baru-baru ini. Video tersebut memicu reaksi keras dari warganet.
Persoalan ini langsung menjadi perhatian serius banyak kalangan. Apalagi, mengingat Kota Pekanbaru dikenal sebagai Kota Bertuah yang menjunjung tinggi nilai-nilai Melayu yang agamis dan religius.
Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Gerindra, Zainal Arifin, pun angkat bicara, Ia menilai jika aktifitas LGBT tersebut dibiarkan tanpa tindakan tegas, akan mencoreng marwah Bumi Lancang Kuning.
"Kita masyarakat Kota Pekanbaru menolak keras segala bentuk aktivitas yang menyimpang dari norma agama dan adat. Jangan rusak Bumi Melayu yang agamis di Kota Pekanbaru ini," tegas Zainal Arifin, Rabu (28/10/2026).
Menurut Zainal, setiap bentuk aktivitas yang diduga melanggar norma kesusilaan, adat, dan agama tidak boleh diberi ruang di Pekanbaru karena berpotensi menimbulkan keresahan dan dampak buruk di tengah masyarakat.
Ia pun mendesak Pemerintah Kota Pekanbaru untuk tidak diam dan segera mengambil langkah konkret di lapangan.
"Aparat dan pemerintah harus turun ke lokasi dengan Tim Yustisi lengkap. Lakukan pemeriksaan menyeluruh. Jika terbukti ada pelanggaran norma, Perda, dan aturan yang memfasilitasi kegiatan yang meresahkan, tutup tempat tersebut sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.
Zainal juga menegaskan, Pemko Pekanbaru harus bersikap tegas dan tidak pandang bulu dalam menertibkan tempat-tempat usaha yang diduga menjadi sarang kemaksiatan. Penertiban yang tegas dinilai penting agar tidak menimbulkan spekulasi liar dan keresahan yang lebih luas.
Untuk diketahui, Manajemen Laksamana Muda Coffee & Live Space, Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru, sudah memberikan kklarifikasi dan embantah tudingan menggelar atau memfasilitasi pesta Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Disampaikan Direktur Utama Laksamana Muda Coffee & Live Space, Howandi menegaskan, pihaknya tidak pernah menjadikan aktivitas dalam video tersebut sebagai program kafe.
“Kami tegaskan Laksamana Muda tidak pernah mendukung atau memfasilitasi kegiatan yang melanggar aturan maupun norma yang berlaku di Pekanbaru,” kata Howandi.(srn1)