
Jajaran Lapas Kelas IIA Pekanbaru bersama Ombudsman Kota Pekanbaru berfoto bersama usai audiensi penyerapan aspirasi untuk peningkatan kualitas pelayanan publik di Lapas Pekanbaru,. (FOTO: lapaspekanbaruid)
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Ada cerita dari balik jeruji Lapas Kelas IIA Pekanbaru saat Ombudsman Kota Pekanbaru datang mendengarkan langsung curhat Warga Binaan, keluarga, hingga petugas lapas.
Melalui audiensi terbuka, Ombudsman menampung keluh kesah soal pelayanan, hak-hak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), hingga bagaimana mekanisme pengaduan dan keterbukaan informasi berjalan di dalam lapas.
Suasana dialog berlangsung cair. Setiap aspirasi yang disampaikan, baik dari WBP yang menjalani pembinaan maupun keluarga yang menunggu di luar, dicatat sebagai bahan penting untuk mendorong layanan yang lebih transparan dan bebas maladministrasi.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Eko Ari Wibowo, mengatakan pihaknya sengaja membuka ruang seluas-luasnya untuk dikritik. Menurutnya, masukan dari dalam jeruji justru yang paling jujur untuk perbaikan.
"Bagi kami, setiap aspirasi, kritik, dan saran yang disampaikan merupakan masukan yang sangat berharga untuk melakukan perbaikan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan secara transparan, profesional, dan akuntabel," ujar Eko dikutip dari lapaspekanbaru.id.
Ia menegaskan, hak-hak WBP dan keluarga harus tetap terpenuhi sesuai aturan. Karena itu, pengawasan dari Ombudsman dianggap sebagai mitra, bukan sebagai pengawas yang menakutkan.
Lapas Pekanbaru berharap, sinergi ini bisa membangun kepercayaan. Bahwa pelayanan di balik tembok tinggi tetap berorientasi pada kemanusiaan, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(srn4)