SPPG Sukamulya Resmi Beroperasi, 1.368 Pelajar di Kecamatan Sail Terima MBG

Senin, 24 November 2025

Prosesi peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukamulya, di Jalan Diponegoro VII, Senin (24/11/2025) pagi. (Foto: En)

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pekanbaru kembali diperkuat dengan hadirnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukamulya yang resmi diluncurkan pada Senin (24/11/2025) pagi.

Dapur umum yang berlokasi di Jalan Diponegoro VII ini mulai beroperasi untuk memenuhi kebutuhan gizi pelajar di Kecamatan Sail.

Peresmian SPPG Sukamulya dihadiri Asisten II Setdaprov Riau Helmi D, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Kepala PPG Wilayah Riau Kepri Sumbar Dr Syartiwidya, Ketua Kadin Pekanbaru Rikzy Bagus Oka, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru Muhammad Jamil, serta Camat Sail, dan undangan lainnya.

Gunting pita peresmian SPPG Sukamulya. (Foto: En) 

Dapur ini dikelola bersama Yayasan Pelestari Boga Indonesia (PBI) dan melayani 1.368 pelajar dari tiga sekolah penerima manfaat.

Ketua DPD PPJI Riau, Annisa Sarwidya, menyebut kehadiran SPPG Sukamulya sebagai bentuk nyata komitmen keberlanjutan pangan bergizi sesuai program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Ini bukan hanya peresmian, tetapi penegasan komitmen bahwa keberlanjutan pangan bergizi harus berjalan secara sinergis,” ungkap Annisa.

Ia juga menyampaikan bahwa dapur ini telah menempatkan juru masak terakreditasi profesi melalui kerjasama dengan PPJI.

“PPJI mengambil tanggung jawab memastikan makanan yang disajikan tidak hanya gratis, tetapi juga bergizi, higienis, dan berkualitas tinggi,” jelasnya.

Annisa menambahkan, dapur umum tersebut turut membuka lapangan kerja bagi masyarakat local.

“Peresmian ini memunculkan dua manfaat sekaligus pemenuhan gizi dan, ruang kerja bagi warga setempat. Saat ini ada 50 tenaga kerja lokal yang terlibat,” ujarnya.

Wawako: Baru 40 Persen Siswa Terjangkau, Perlu Dipercepat

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengapresiasi peresmian dapur umum tersebut. Ia menyebutkan program MBG sebagai program strategis nasional yang harus dipercepat penyebarannya.

“Kita ingin seluruh anak didik menjadi penerima manfaat. Saat ini baru sekitar 40 persen siswa yang menerima, dan kita berharap segera meningkat,” ujar Markarius.

Pemko, tegasnya, akan mendukung penuh seluruh mitra penyelenggara MBG.

“Kita mendukung seluruh mitra-mitra BGN, baik yayasan maupun lembaga lain yang membuka dapur umum. Kita sangat support agar pelayanan standar gizi ini segera terealisasi di seluruh Pekanbaru,” katanya.

PPG Wilayah: Standar Gizi dan Sanitasi Harus Terjaga

Sementara itu, Kepala PPG Wilayah Riau Sumbar Kepri, Dr Syartiwidya, memberikan apresiasi atas kesiapan fasilitas dan standar penyajian menu SPPG Sukamulya.

“Tentu harapan saya, kualitas gizi, keamanan pangan, sanitasi, dan higienitasnya benar-benar terjamin karena dikelola organisasi yang kompeten,” kata Syartiwidya.

Ia meyakini SPPG Sukamulya mampu menjadi dapur layanan gizi yang profesional.

“Saya yakin dapur ini memiliki chef tersertifikasi yang mengutamakan gizi, higienitas, dan kebersihan,” ujarnya.(srn1)