
Muhammad Isa Lahamid
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi banjir menyusul meningkatnya curah hujan akhir-akhir ini. Ia menilai langkah cepat Pemerintah Kota Pekanbaru yang telah memberikan peringatan dini merupakan tindakan positif untuk meminimalkan risiko bencana.
Berita terkait:
“Kita menyambut baik bahwa Pemko sudah memberikan warning lebih dini kepada masyarakat agar waspada terhadap dampak banjir. Curah hujan memang meningkat, sehingga kewaspadaan sangat diperlukan,” kata Isa, Rabu (10/12/2025).
Ia menjelaskan, kesiapan pemerintah dalam menghadapi potensi banjir harus terus ditingkatkan. Menurutnya, Pemko Pekanbaru sudah menunjukkan langkah cepat dalam mempersiapkan langkah mitigasi.
“Kita apresiasi pemerintah yang bergerak lebih cepat, mempersiapkan dan mewaspadai agar masyarakat tidak ada yang menjadi korban. Jika terjadi banjir besar, pemerintah sudah lebih sigap dalam memberikan bantuan pelayanan,” ujarnya.
Terkait kemungkinan pendirian posko di wilayah rawan banjir di Pekanbaru, Isa menilai saat ini belum diperlukan karena belum ada titik banjir signifikan. Namun, ia menekankan pentingnya kesiapan perlengkapan dan fasilitas.
“Yang paling penting itu persiapannya. Sebelumnya tanpa persiapan kita sempat kewalahan mencari tenda dan peralatan lainnya. Sarana transportasi untuk evakuasi warga juga sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Isa berharap Pemko memastikan seluruh perlengkapan siap sebelum terjadi bencana, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.
Kepada masyarakat, Isa mengingatkan agar tidak menunggu banjir terjadi baru melakukan persiapan.
“Pertama tentu bersiap-siap. Peralatan atau aset warga yang berpotensi rusak karena banjir sebaiknya diamankan. Kita berharap kerugian bisa diminimalkan,” pesannya.
Isa juga mengingatkan masyarakat untuk menyiapkan kemungkinan evakuasi lebih awal.
“Jangan saat banjir sudah tinggi baru menyiapkan diri untuk mengungsi. Siapkan lebih awal agar lebih aman,” tegasnya.
Status Siaga Darurat Hidrometeorologi Berlaku hingga 31 Januari 2026
Pemko Pekanbaru sebelumnya telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi tahun 2025 sejak 3 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026. Status ini ditetapkan karena adanya potensi bencana terkait cuaca, seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyampaikan bahwa penetapan status ini memungkinkan pemerintah bergerak lebih efektif dalam penanggulangan bencana.
“Seluruh perangkat daerah bisa bergerak lebih efektif. Pemerintah hadir dan bekerja, namun keberhasilan penanggulangan bencana bergantung pada kolaborasi dengan masyarakat,” ujar Wako Agung, Senin (8/12/2025).
Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Riau dan hasil Rapat Koordinasi Kesiapan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi pada 1 Desember 2025.
Berdasarkan prediksi BMKG, Pekanbaru diperkirakan mengalami curah hujan kategori rendah hingga menengah hingga Januari 2026, sehingga diperlukan kesiapsiagaan terpadu.
Wako Agung juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan masing-masing guna mengurangi risiko banjir.
“Tolong pastikan selokan tidak tersumbat, jangan buang sampah sembarangan, dan laporkan bila ada titik rawan banjir atau pohon tumbang. Kepedulian masyarakat adalah kunci,” pintanya.(srn1)