
Bersama rombongan Bupati Siak Afni Zulkifli meninjau lokasi dermaga ambruk. (Foto: Humas Pemkab)
SIARAN.CO.ID, SIAK – Bupati Siak Afni Zulkifli bergerak cepat menyikapi ambruknya Dermaga Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB). Begitu menerima laporan, pada malam hari kejadian, Afni langsung meninjau lokasi untuk memastikan kondisi lapangan serta dampak yang ditimbulkan.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Siak didampingi Wakil Bupati Siak, Ketua DPRD Siak, serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Siak.
Afni menegaskan, saat ini pengelolaan Pelabuhan Tanjung Buton berada di bawah kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjung Buton, Kementerian Perhubungan, sejak akhir Oktober 2024. Sebelumnya, pelabuhan tersebut sempat dikelola melalui skema sewa oleh BUMD PT Samudera Siak.
Berita terkait;
Menurut Afni, lepasnya pengelolaan pelabuhan dari BUMD PT Samudera Siak telah menjadi perhatian serius dan bahan evaluasi sejak awal masa kepemimpinannya yang dimulai pada 4 Juni 2025.
Evaluasi tersebut kemudian berujung pada keputusan tegas melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sirkuler pada 5 Agustus 2025, di mana para pemegang saham secara resmi memberhentikan jajaran Direksi dan Komisaris lama PT Samudera Siak secara tidak hormat. Langkah itu diambil karena dinilai lalai dalam menjaga dan mengelola potensi strategis daerah.
“Dengan jajaran Direksi dan Komisaris yang baru, kami terus berupaya mengembalikan kepercayaan Kementerian Perhubungan agar BUMD Siak dapat kembali mengelola Pelabuhan Tanjung Buton. Ini bukan pekerjaan mudah dan membutuhkan dukungan semua pihak,” tegas Afni.
Ia menekankan bahwa Pelabuhan KITB merupakan salah satu proyek strategis daerah yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat Kabupaten Siak.
Terkait insiden ambruknya dermaga, Afni menyampaikan rasa syukur karena tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
“Kami berharap kejadian ini dapat segera ditangani secara serius oleh pihak terkait. Dampaknya sangat besar terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan,” pungkas Bupati Siak. (srn3)