Kanal

Vendor Security di Dumai Diterpa Dugaan Pungutan Liar, Eks Pekerja Speak Up!

SIARAN.CO.ID, DUMAI– Perusahaan penyedia jasa tenaga keamanan (security) outsourcing, PT KFU, diterpa isu dugaan pungutan liar terhadap para pekerjanya.

Dugaan tersebut disebut berkaitan dengan proses penerimaan hingga perpanjangan kontrak kerja tenaga security

Informasi yang diterima menyebutkan adanya permintaan sejumlah uang kepada calon maupun tenaga kerja aktif dengan alasan tertentu.

Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, dugaan permintaan uang tersebut antara lain terjadi dalam proses penerimaan tenaga security.

“Ada semacam uang pelicin untuk bisa masuk menjadi tenaga security. Kami berharap para pekerja berani bersuara agar persoalan ini sampai ke pihak manajemen Awal Bros, karena praktik seperti ini dinilai cukup merugikan dan tidak adil,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut sumber tersebut, dugaan pungutan tidak hanya terjadi saat proses awal penerimaan. Pekerja juga disebut kembali diminta membayar sejumlah uang ketika dilakukan perpanjangan kontrak kerja yang disebut sebagai biaya administrasi.

PT KFU sendiri sebelumnya diketahui merupakan vendor penyedia tenaga keamanan di lingkungan RS Awal Bros Dumai.

Kepada wartawan, Humas RS Awal Bros Dumai, Agum Faisal, saat dikonfirmasi pada Sabtu (1/8/2026), membenarkan bahwa PT KFU sebelumnya merupakan vendor penyedia tenaga keamanan di lingkungan rumah sakit.

Agum mengatakan pihak manajemen telah mendengar isu mengenai dugaan pungutan tersebut. Namun, hingga kini belum menerima laporan resmi dari tenaga security terkait persoalan itu.

“Hal ini tentu menjadi bahan koreksi dan evaluasi bagi manajemen. Perlu kami sampaikan bahwa sejak Juli 2026, tenaga security di RS Awal Bros Dumai sudah berganti vendor dan tidak lagi menggunakan PT KFU,” jelasnya.(srn4) 

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER