Kanal

Tumbuh 7,39 Persen Tertinggi Nasional, Pekanbaru Hadapi Tantangan Jaga Momentum Ekonomi Tumbuh

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru pada Triwulan II 2026 tercatat mencapai 7,39 persen (yoy), tertinggi di tingkat nasional dan melampaui sejumlah kota besar di Indonesia.

Berita terkait;

https://siaran.co.id/news/detail/1333/ekonomi-pekanbaru-tumbuh-739-persen-tertinggi-seindonesia

Capaian tersebut menjadi modal penting, namun juga menghadirkan tantangan besar untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Pekanbaru, Rizky Bagus Oka, menilai angka 7,39 persen menunjukkan sektor ekonomi bergerak positif, namun ke depan tantangannya jauh lebih kompleks.

"Pertumbuhan ini menjadi indikator bahwa iklim investasi, perdagangan, pembangunan infrastruktur, serta sektor UMKM dan ekonomi kreatif bergerak pada lintasan yang tepat. Tantangannya sekarang adalah bagaimana menjaga agar lintasan ini tetap konsisten dan berkelanjutan," ujarnya, Rabu (16/9/2026).

Menurut Rizky, tingginya pertumbuhan harus diiringi dengan kemampuan menjaga kepercayaan investor terhadap stabilitas daerah. Tanpa itu, momentum yang sudah terbentuk berpotensi melemah.

Ia menyebut beberapa tantangan utama yang harus menjadi perhatian Pemerintah Kota Pekanbaru bersama pemangku kepentingan.

Pertama, konsistensi regulasi dan perizinan. Kemudahan perizinan terpadu, kepastian regulasi, dan stabilitas keamanan berusaha harus dijaga agar Pekanbaru tetap kompetitif sebagai episentrum ekonomi Sumatra.

Lalu kedua, daya serap tenaga kerja lokal. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus mampu diterjemahkan menjadi lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Pekanbaru.

Dan yang ketiga, penguatan UMKM. Transformasi digital dan peningkatan kapasitas kewirausahaan menjadi kunci agar pelaku usaha lokal tidak tertinggal dari laju investasi besar yang masuk.

"Sinergi konkret antara proyek-proyek investasi skala besar dengan rantai pasok UMKM lokal wajib dipertahankan dan diperluas. Jika tidak, pertumbuhan hanya akan tercermin di angka makro, tapi tidak berdampak pada pemerataan kesejahteraan," tegas Rizky.

Rizky menekankan, pekerjaan rumah selanjutnya adalah memastikan investasi yang masuk memiliki keterkaitan kuat dengan ekonomi lokal, sehingga menciptakan efek berantai bagi masyarakat.

"Yang terpenting ke depan, pertumbuhan ini harus kokoh dalam jangka panjang, memiliki daya serap tinggi terhadap tenaga kerja lokal, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan. Itu tantangan sesungguhnya," pungkasnya.(srn1) 

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER