Perusahaan: Mohon Maaf, Ini Miskomunikasi, Kami Bertanggung Jawab Sampai Fathier Sembuh

Selasa, 11 November 2025

Menajer PT Audy Teknologi Indonesia Uwes Syukurni (kiri), saat menjenguk karyawannya, Muhammad Fathier Risky, korban sengatan listrik PLN, Selasa (11/11/2025) di RS Prima Pekanbaru. (Foto: siarancoid)

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Keadilan untuk Muhammad Fathier Risky (20 tahun), korban kecelakaan kerja pemasangan kabel jaringan internet yang tersengat kabel listrik PLN bertegangan tinggi, akhirnya datang. Setelah menunggu lama akhirnya perwakilan manajemen perusahaan tempatnya bekerja datang membawa harapan dan siap bertanggung jawab untuk pengobatan sampai sembuh.

Fathier begitu panggilan akrab korban dirawat di RS Prima Pekanbaru kamar Tulip 532 lantai 5. Separuh tubuhnya terbakar akibat tersengat listrik PLN. Dia bekerja di perusahaan kabel internet, PT Audy Teknologi Indonesia, yang diketahui sebagai vendor dari My Republic.

Berita terkait:

https://siaran.co.id/news/detail/917/fathier-pekerja-internet-yang-terbakar-arus-listrik-dan-terlupakan-tanggung-jawab-perusahaan

Kepada siaran.co.id, Manager Regional Riau PT Audi Teknologi Indonesia, Uwes Syukurni, datang langsung dari Semarang untuk menjenguk Fathier, di RS Prima Pekanbaru, Selasa (11/11/2025).

Kedatangan Uwes pun disambut gembira pihak keluarga, ibunda Fathier. Dalam pertemuan tersebut, Uwes menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini.

Disampaikannya, mewakili perusahaannya , dia berjanji akan menanggung seluruh biaya pengobatan Fathier, hingga sembuh. Termasuk halnya kepastian memberikan hak-hak korban selama masa perawatan.

“Pertama kami minta maaf atas kejadian ini. Ke depan akan kami perbaiki. Memang terjadi miskomunikasi antara kami dengan pihak keluarga beberapa hari terakhir. Ada kendala komunikasi karena admin kantor di Pekanbaru, tidak merespons chat dan telepon dari ibu korban selama 4 hari belakang ini” ujar Uwes menjelaskan.

Berita terkait;

https://siaran.co.id/news/detail/918/fraksi-golkar-minta-rs-prima-berikan-layanan-prima-untuk-fathier

“Namun hari ini saya pastikan, seluruh tunggakan biaya rumah sakit sudah dilunasi, dan perusahaan bertanggung jawab penuh atas pengobatan Fathier sampai sembuh. Gaji tetap dibayarkan selama perawatan, dan setelah sembuh, Fathier tetap akan bekerja di perusahaan. Itu jaminan kami,” janjinya.

Untuk memastikan semua berjalan lancar, Uwes mengatakan akan berada di Pekanbaru tiga hari ke depan, tujuannya untuk memantau langsung kondisi Fathier dan memastikan seluruh persoalan terselesaikan.

Dia juga menyampaikan mengenai BPJS. Terkait kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, memang sempat terjadi keterlambatan pembayaran iuran. Sehingga status aktif Fathier belum berlaku saat kecelakaan terjadi.

“BPJS Ketenagakerjaan-nya baru aktif pada 29 Oktober, sementara musibah terjadi sehari sebelumnya, 28 Oktober. Jadi tidak bisa diklaim. Tapi meski begitu, kami tetap tanggung penuh seluruh biaya pengobatannya. Dan persoalan ini menjadi perhatian kami untuk kedepannya terhadap seluruh karyawan,” tegasnya sembari minta didoakan semua berjalan lancar untuk kesembuhan Fathier.

Sementara itu, Ibu Fathier, Ruri Ria Sari mengaku senang, dengan kedatangan perwakilan manejemen perusahaan internet ini, dan mau bertanggung jawab untuk pengobatan anaknya.

Tentunya juga dia berharap, agar janji perusahaan tersebut benar-benar terealisasi hingga kesembuhan anaknya. Sebab, luka bakar tubuh anaknya itu menyebabkan anaknya cacat permanen seumur hidup, sehingga perlu perawatan ekstra.

"Saya ucapkan terima kasih, dan juga kepada para awak media yang sudah membantu, dan juga semua pihak. Kami berharap tidak hari ini saja responnya. Namun sampai benar-benar anak saya sembuh, kejadian ini harus kita jadikan sebagai pembelajaran penting," ucapnya.(srn1)