• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Internasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • More
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Olahraga
  • Video
  • Pilihan Editor
  • Advertorial
  • Galeri Foto
  • Terpopuler
  • Indeks
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS

Rambu Larangan Parkir Dipasang di Flyover Kelok 9, Pengendara Bandel, Dihukum Push Up
Lantik Kepala Inspektorat, Gubri Ingin Institusi Pengawasan Harus Kuat
Sigit Juli Hendriawan Resmi Dilantik Sebagai Kepala Inspektorat Riau
Atasi Karhutla, Wagubri Akan Berdayakan Tim Satgas Penertiban Perkebunan Ilegal Riau
Tim Gugas Covid-19 Tracing 25 Penumpang Lion Air Tujuan Pekanbaru - Jakarta

  • Home
  • Peristiwa
  • Pekanbaru

Kecelakaan Kerja

Fathier, Pekerja Internet yang Terbakar Arus Listrik dan Terlupakan Tanggung Jawab Perusahaan

Redaksi

Senin, 10 November 2025 17:55:39 WIB
Cetak
Fathier, Pekerja Internet yang Terbakar Arus Listrik dan Terlupakan Tanggung Jawab Perusahaan
Muhammad Fathier Risky, pekerja kabel internet korban sengatan listrik terbaring lemas dirawat di RS Prima Pekanbaru, Senin (10/11/2025). (Foto: siarancoid)

Muhammad Fathier Risky tampak lemas terbaring di ruang perawatan Rumah Sakit Prima Pekanbaru.

Oleh Redaksi siaran.co.id, Kota Pekanbaru

Hampir seluruh tubuh remaja 20 tahun itu dibalut perban putih. Dari dada, pinggang, tangan hingga punggungnya, nyaris tak ada bagian yang tak tersentuh luka.

Sesekali ia meringis, menahan perih akibat sengatan listrik yang membakar hampir separuh tubuhnya.

Sudah dua pekan lamanya Fathier dirawat di rumah sakit itu. Namun luka bakar yang menguasai 46 persen tubuhnya belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Luka itu bukan hanya mengikis kulit, tapi juga menelanjangi rapuhnya tanggung jawab terhadap pekerja kecil seperti dirinya.

Fathier bukan korban pertama dari kelalaian sistem, tetapi kisahnya adalah potret nyata betapa lemahnya perlindungan bagi pekerja lapangan yang bertaruh nyawa demi menghidupkan jaringan internet di kota ini.

Tersengat Saat Bekerja
Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (28/10/2025) siang, di Jalan Siak II, Pekanbaru. Fathier sedang menarik kabel jaringan internet bersama rekan-rekannya. Tanpa disadari, tangan kanannya menyentuh kabel listrik milik PLN yang melintang di atas lokasi kerja.

Sekejap tubuhnya tersentak kuat, lalu terhempas ke tanah. Dalam kondisi kritis, rekan-rekannya bergegas membawa Fathier ke RS Prima Pekanbaru untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kini, dari ranjang rumah sakit, Fathier berjuang melawan rasa sakit yang membakar tubuhnya, sementara keluarganya berjuang melawan kepedihan dan ketidakadilan.

Janji Perusahaan yang Tak Ditepati
“Dari hasil pemeriksaan dokter, luka bakar anak saya sekitar 46 persen. Sudah sempat dioperasi, tapi sekarang kami kesulitan mendapatkan obat-obatan karena perusahaan tempat anak saya bekerja tidak bertanggung jawab,” ucap Ruri Ria Sari, ibu Fathier, lirih.

Ruri bercerita, anaknya bekerja di perusahaan kabel internet PT In Neo, yang merupakan vendor dari My Republic.

Awalnya, pihak perusahaan sempat berjanji akan menanggung seluruh biaya pengobatan. Namun belakangan, komunikasi dengan mereka kian sulit.

Kini pengobatan Fathier hanya mengandalkan obat pereda nyeri seperti paracetamol. Obat-obatan lain yang diresepkan dokter tak lagi bisa diberikan karena tunggakan rumah sakit telah mencapai Rp23,5 juta.

Yang lebih menyakitkan, BPJS Ketenagakerjaan Fathier ternyata tidak aktif, meski setiap bulan gajinya dipotong Rp100 ribu untuk iuran tersebut.

“Hari Jumat besok jadwal anak saya operasi lagi. Tapi karena masalah ini, saya tak tahu harus bagaimana. Kami orang susah, suami saya hanya buruh bangunan,” ujar Ruri dengan mata berkaca-kaca.

Saling Lempar Tanggung Jawab
Terpisah, perwakilan Bagian Teknik My Republic Jakarta, Angga Wijaya, menyebut pihaknya telah menindaklanjuti kasus tersebut dengan vendor terkait.

“Kami sudah tangani korban dan berkoordinasi dengan vendor. Kabel PLN di lokasi itu terlalu rendah, seharusnya di ketinggian 12 meter, bukan 7 meter. Kami sudah sampaikan keluhan ke PLN,” terang Angga dikutip dari gilangnews.com

Namun Angga menegaskan, My Republic tidak bertanggung jawab langsung terhadap karyawan vendor, karena seluruh urusan ketenagakerjaan menjadi tanggung jawab perusahaan mitra.

“Korban adalah petugas dari mitra kami, PT In Neo. Dalam perjanjian kerja sama, semua risiko kerja, termasuk BPJS dan keselamatan kerja, menjadi tanggung jawab pihak vendor,” jelasnya.

Sementara itu, dari pihak PT In Neo, belum ada keterangan resmi. Di tengah tumpang tindih tanggung jawab antara vendor dan perusahaan utama, Fathier tetap terbaring dalam kesakitan, menunggu kepastian siapa yang akan benar-benar peduli.

Komisi IV DPRD Pekanbaru Agendakan Hearing
Kisah pilu Fathier tak luput dari perhatian Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru. Sekretaris Komisi IV, Roni Amriel, SH, MH, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini hingga korban mendapatkan hak-haknya.

“Pastinya kita akan menemui korban di rumah sakit. Kita ingin memastikan Fathier mendapatkan perawatan intensif dan perusahaan yang bersangkutan dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya tegas.

Komisi IV berencana memanggil pihak My Republic dan PT In Neo untuk dimintai penjelasan, termasuk pihak PLN.

Menurut Roni, meski My Republic bekerja sama dengan vendor, tanggung jawab atas keselamatan kerja tidak bisa dilepaskan begitu saja.

“My Republic mau tidak mau harus bertanggung jawab penuh. Walau mereka punya vendor, pekerja di lapangan adalah bagian dari rantai kerja mereka. Yang menjadi korban ini adalah putra daerah Pekanbaru, dan kami akan mengawal masalah ini sampai selesai,” tegas politisi senior Partai Golkar tersebut.

Ia juga menegaskan, bila perusahaan tidak mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan, maka hal itu merupakan pelanggaran serius.

“Ini kelalaian berat, karena mempekerjakan orang tanpa jaminan keselamatan dan asuransi. Apalagi pekerjaan itu berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa,” tambahnya.

Menanti Tanggung Jawab, Di Tengah Luka yang Tak Sembuh
Di ruang perawatan RS Prima Pekanbaru, suara mesin infus bersahutan dengan napas berat Fathier. Ibunya masih duduk di sisi ranjang, menggenggam tangan anaknya yang mulai kering kerontang oleh perban.

Bagi keluarga ini, perjuangan Fathier bukan hanya melawan luka bakar di tubuhnya, tetapi juga melawan sistem yang belum berpihak pada pekerja kecil.

Di balik luka dan perban yang membungkus tubuhnya, tersimpan harapan sederhana agar ada keadilan dan tanggung jawab dari mereka yang di atas.

Karena bagi Fathier, bukan hanya arus listrik yang menyengat tubuhnya hari itu, tetapi juga arus sistem yang melupakan manusia di balik kabel-kabel yang menghubungkan dunia digital. ***


 Editor : siaran.co.id

Berita Lainnya +INDEKS

Peristiwa

Setelah Satu Dekade Terabaikan, Jalan Teluk Leok Akhirnya Diaspal

Selasa, 17 Maret 2026 - 23:14:21 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU - Setelah hampir satu dekade terbengkalai tanpa perbaikan, Jalan Tel.

Peristiwa

Berbagi dengan Kaum Dhuafa, Nofrizal Gelar Doa Bersama untuk Keluarga dan Almarhumah Ibunda

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:45:18 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ir Nofrizal MM, menggelar kegiatan berbag.

Peristiwa

Investigasi Kerusakan Radome GA 176 Masih Berlangsung, GM SSK II: Masih Menunggu

Ahad, 08 Maret 2026 - 20:43:00 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Proses investigasi penyebab kerusakan pada bagian hidung pesawat (rado.

Peristiwa

Garuda GA176 Rute Jakarta–Pekanbaru Alami Kerusakan Misterius, Penerbangan Lanjutan Batal

Ahad, 08 Maret 2026 - 09:36:50 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU-- Misterius, Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA176 rute.

Peristiwa

Panas Terik di Pekanbaru, 41 Titik Panas Terdeteksi di Riau

Ahad, 01 Maret 2026 - 20:49:46 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Cuaca panas terik menyelimuti Kota Pekanbaru dan sejumlah wilayah di P.

Peristiwa

Sidang Lapangan Tol Pekanbaru–Rengat Bongkar Inkonsistensi Klaim, Dugaan Mafia Tanah Menguat

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:39:33 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Hamparan lahan di Rumbai Barat berubah menjadi ruang sidang terbuka, Kam.


tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

PT Bank CIMB Niaga Tbk Tindaklanjuti Keluhan Nasabah Soal Dugaan Dana Raib Ratusan Juta
15 April 2026
Diduga Transaksi Ghaib, Rp250 Juta Uang Tabungan Nasabah CIMB Niaga Pekanbaru Raib
15 April 2026
MinyaKita Langka dan Harga Melonjak, DPRD Tegaskan Pemerintah dan Aparat Wajib Jamin Ketersediaan
13 April 2026
Jawab Kritik Fraksi di Paripurna LKPj, Pemko Klaim PAD Rp1,3 Triliun dan Surplus Rp255 Miliar
13 April 2026
Restorative Justice Berujung Damai, Edi Lelek Resmi Bebas dari Polsek Bukit Raya
10 April 2026
Pendaftaran Calon Ketum KONI Pekanbaru Dibuka 10–20 April, Syarat Utama: 17 Dukungan Cabor
10 April 2026
Komisi IV DPRD Pekanbaru Seret Dugaan Mafia Tanah ke Pusat, Agendakan Pertemuan dengan Kejagung, DPR RI, Menteri ATR/BPN
09 April 2026
Korupsi Rp33,2 Miliar, Dirut PT SPR Dituntut 7 Tahun dan Direktur Keuangan 6 Tahun Penjara
08 April 2026
Reses di Padang Bulan, Aidhil Nur Putra Serap Aspirasi dan Tindaklanjuti Keluhan Warga
08 April 2026
Ribuan Korban Kapling Kurma PT KKI Muncul di Spanduk, Laporan ke Polda Riau Sejak 2021 Diminta Jadi Atensi
08 April 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Ribuan Korban Kapling Kurma PT KKI Muncul di Spanduk, Laporan ke Polda Riau Sejak 2021 Diminta Jadi Atensi
  • 2 ASN WFH / WFA Setiap Jumat, Tekad: Kualitas Layanan Jangan Kendor
  • 3 Pemilihan RW di Kelurahan Tampan Diintervensi Gara-gara Nilai Rendah, Warga Lapor ke DPRD Pekanbaru
  • 4 Pertamina Jamin Ketersediaan BBM, Per 1 April Pastikan Harga BBM Tidak Naik
  • 5 Usulkan KPK Dampingi Penyusunan APBD Pekanbaru

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Siaran.co.id ©2021 | All Right Reserved