pilihan +INDEKS
Luka Bakar Serius Hanya Diberi Paracetamol
Fraksi Golkar Minta RS Prima Berikan Layanan Prima untuk Fathier
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU — Pasca mengalami kecelakaan kerja, Muhammad Fathier Risky (20) yang alami luka bakar serius dengan 46 persen tubuh terbakar, kini dirawat di RS Prima Pekanbaru. Mirisnya, karena keterbatasan biaya, pengobatannya hanya dengan pemberian obat paracetamol. Hal ini mendapatkan perhatian dari Fraksi Golkar DPRD Kota Pekanbaru.
Disampaikan langsung Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Pekanbaru, H Roni Amriel SH MH, dia menyoroti keras pelayanan kesehatan yang diberikan RS Prima Pekanbaru terhadap pasien korban kecelakaan kerja tersebut.
Berita terkait;
Roni menyayangkan layanan rumah sakit swasta tersebut yang dinilai tidak memberikan pelayanan maksimal terhadap Fathier, meski kondisi korban sangat memprihatinkan akibat luka bakar serius setelah tersengat listrik dalam kecelakaan kerja.
“Kalau ada jaminan pihak perusahaan yang bertanggung jawab, janganlah diberikan pengobatan ala kadarnya. Masa korban luka bakar, setelah operasi, hanya dikasih paracetamol dan obat anti nyeri. Di mana hati nurani mereka?” tegas Roni, Selasa (11/11/2025).
Ia menambahkan, luka bakar akibat tersengat listrik bertegangan tinggi bukanlah cedera ringan yang bisa diatasi dengan obat generik semata.
“Kita terbakar api rokok saja bisa terasa perih seharian. Apalagi ini, tubuhnya hampir setengah terbakar. Rumah sakit mestinya paham, ini soal nyawa manusia, bukan sekadar hitung-hitungan bisnis,” ungkapnya.
Roni menilai, orientasi rumah sakit yang terlalu menitikberatkan pada aspek bisnis dan mengabaikan sisi kemanusiaan ini harus jadi pertimbangani.
"Harusnya kedepankan asas kemanusiaan dulu, berikan layanan maksimal, sampai ada tanggungjawab dari perusahaan tempat korban bekerja," tuturnya.
Atas dasar ini, Roni yang juga duduk di Komisi IV DPRD Pekanbaru menjadwalkan pemanggilan manajemen RS Prima untuk dimintai klarifikasinya secara resmi.
“Kita (Komisi IV) akan hearing mereka, dan akan dijadwalkan segera. Jangan-jangan bukan satu ini saja kasusnya. Bisa jadi ada banyak pasien lain yang juga diperlakukan tidak layak seperti ini,” tambahnya menyesali.
Ditegaskan Roni, dia akan melihat kronologi masalahnya, diketahui juga penyebabnya karena bentangan kabel PLN dipasang di bawah standar minimal. "Ini akan kita telusuri agar tidak ada korban lain, dan bukan tidak mungkin manajemen PLN juga akan kita hearing, " pungkasnya.(srn1)
Berita Lainnya +INDEKS
Merah Putih Menyala di Kampung Baru: Semangat 81 Tahun RI dan 242 Tahun Pekanbaru Hidup di RW 07
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Belum masuk Agustus, namun nuansa kemerdekaan sudah lebih dulu menyala.
Sambut HUT Ke-25, Demokrat Pekanbaru Luncurkan Gerakan Langit Biru, Ajak Warga Rawat Lingkungan dan Rumah Ibadah
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Ratusan kader Partai Demokrat Kota Pekanbaru turun langsung membersihk.
Komisi I DPRD Sidak HW Live House Pekanbaru, Gelar Tes Urine, Jam Operasional Dilanggar
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Komisi I DPRD Kota Pekanbaru kembali menggelar inspeksi mendadak (sidak).
Gelar Aksi, Puluhan Massa Minta Tak Ada Aktivitas di Lahan 1,9 Ha Oleh Surya Dumai
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU-- Puluhan massa dari keluarga ahli waris keturunan M Zainuddin, Sapiah Ka.
Polda Riau Tuntaskan Pembangunan 80 Jembatan Merah Putih Tahap II, Akan Diresmikan Kapolri
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Polda Riau telah menuntaskan pembangunan 80 Jembatan Merah Putih Presisi.
Jumat Berkah Lapas Pekanbaru: Bagi Sembako, Tebar Senyum dan Kepedulian untuk Warga Sekitar
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Suasana berbeda terlihat di sekitar Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pek.







