SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Proses seleksi Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) memasuki tahap krusial. Dari sepuluh kandidat yang mengikuti rangkaian seleksi, kini mengerucut menjadi dua nama yang dinilai paling siap memimpin perusahaan daerah tersebut.
Kedua kandidat tersebut adalah Robi Junipa dan Muttaqin. Keduanya berhasil melaju ke tahap akhir setelah uji kelayakan dan kepatutan (UKK) yang dilaksanakan oleh PPM Manajemen rampung.
Hasil asesmen diserahkan kepada Panitia Seleksi (Pansel) dan menjadi dasar penentuan kandidat terbaik. Dalam laporan tersebut, para peserta diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yakni disarankan, disarankan dengan pengembangan, dan tidak disarankan, berdasarkan aspek kompetensi, integritas, serta kemampuan manajerial.
Ketua Tim Pansel, Heriyanto, menyampaikan bahwa hanya dua kandidat yang masuk kategori disarankan tanpa catatan.
“Kami telah menerima hasil penilaian kompetensi dari PPM Manajemen. Hasilnya, hanya dua orang yang direkomendasikan, yaitu Robi Junipa dan Muttaqin,” ujar Heriyanto, dikutip dari infopublik.id, Senin (4/5/2026).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses seleksi belum berakhir. Kedua kandidat masih harus melalui tahapan lanjutan berupa tes kesehatan dan wawancara akhir bersama Bupati Siak sebagai pemegang saham mayoritas.
Berdasarkan hasil asesmen, Robi Junipa yang berlatar belakang teknik geofisika meraih skor tertinggi dengan nilai 7,72. Sementara Muttaqin, yang memiliki latar belakang teknik elektro, memperoleh skor 7,64.
Heriyanto menekankan bahwa seluruh proses penilaian dilakukan secara komprehensif dan berbasis indikator terukur oleh tim profesional.
“Dalam analisa PPM Manajemen, hanya mereka berdua yang direkomendasikan tanpa catatan. Proses ini dilakukan oleh tim ahli yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Selanjutnya, kedua kandidat dijadwalkan menjalani Medical Check Up (MCU) pada pekan depan di Pekanbaru. Tahapan berikutnya adalah wawancara yang akan digelar dalam dua sesi dengan fokus penilaian berbeda.
Wawancara pertama akan dilakukan bersama Bupati Siak dan didampingi pada 12 Mei 2026 di Pekanbaru, dengan penekanan pada visi, misi, serta tata kelola perusahaan.
Sementara itu, wawancara kedua akan berlangsung pada 18 Mei 2026 bersama , yang akan menggali lebih dalam strategi pengelolaan sektor minyak dan gas.
“Pelaksanaan wawancara di dua tempat dilakukan karena fokus penilaiannya berbeda. Dengan SKK Migas lebih pada pendalaman strategi sektor migas, sedangkan dengan Bupati dan BPKP lebih pada aspek tata kelola,” tambah Heriyanto.
Di sisi lain, Direktur PPM Manajemen, Aditayani Indra Kukila, menegaskan bahwa proses UKK dilakukan secara ketat, objektif, dan menyeluruh.
“UKK ini bukan sekadar formalitas. Kami menguji kemampuan strategis, analisis, hingga integritas kandidat dalam menghadapi tantangan bisnis yang kompleks,” ujarnya.
Ia menambahkan, tahapan asesmen meliputi pemaparan visi dan misi, studi kasus, wawancara mendalam, hingga penelusuran rekam jejak profesional.
“Seluruh proses berjalan tanpa intervensi dan dilakukan secara objektif berbasis kompetensi,” tegasnya. (srn2)