Kanal

Geruduk Rektorat, Koalisi Presma Unilak Tagih Kepastian Pelantikan Pengurus Baru

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Lancang Kuning (Unilak) kembali mendatangi Gedung Rektorat pada Rabu (13/5/2026). Mereka datang bukan untuk beraudiensi biasa, tapi untuk menagih kepastian pelantikan pengurus mahasiswa tingkat universitas yang sampai sekarang belum juga terealisasi.

Aksi ini menjadi bentuk tekanan moral agar kampus segera menyelesaikan polemik organisasi kemahasiswaan yang sudah vakum beberapa tahun terakhir. Menurut mahasiswa, kekosongan ini mematikan ruang demokrasi, menghambat penyaluran aspirasi, dan melemahkan pembinaan kepemimpinan di kampus.

Dalam orasinya, mahasiswa meminta rektorat berhenti berlarut-larut dalam proses evaluasi dan administrasi. Hasil kongres dan tahapan organisasi yang sudah berjalan dinilai harus segera ditindaklanjuti dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) pelantikan.

“Kami datang untuk minta kepastian, bukan sekadar janji,” tegas Koordinator Umum Koalisi Presma Unilak Terpilih, Irvan Adriansyah.  

Ia menekankan bahwa organisasi mahasiswa adalah bagian penting dari kehidupan akademik dan ruang belajar demokrasi. Karena itu, proses pelantikan harus segera dipastikan.

Hal senada disampaikan Koordinator Lapangan, Martinus GP Napitupulu. Ia mempertanyakan lambannya proses pelantikan di tengah kekosongan kepemimpinan organisasi mahasiswa yang terus berlanjut.

“Mahasiswa butuh kepastian agar roda organisasi kembali berjalan. Kami harap rektorat menyelesaikan ini secara terbuka dan bijaksana demi menjaga iklim akademik yang sehat,” ujarnya.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti pentingnya komunikasi transparan antara kampus dan mahasiswa. Mereka menilai organisasi kemahasiswaan seharusnya menjadi wadah pembinaan, diskusi, dan pengembangan karakter kepemimpinan.

Aksi berlangsung di halaman rektorat dengan orasi dan penyerahan pernyataan sikap kepada pihak universitas. Koalisi Presma menegaskan akan terus mengawal proses ini hingga ada keputusan resmi dari rektorat.

Mahasiswa berharap polemik ini bisa segera selesai dan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali dinamika organisasi serta demokrasi kampus yang sehat dan konstruktif.(srn3) 

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER