SIARAN.CO.ID, SUMATERA BARAT– PT Hutama Karya (Persero) bersama para pemangku kepentingan melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Rencana Pembangunan Jalan Tol Ruas Bukittinggi – Padang Panjang – Sicincin di Kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pengembangan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Provinsi Sumatera Barat melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait. Tujuannya untuk memastikan proses perencanaan berjalan secara terpadu dan komprehensif.
Monev ini bertujuan menyelaraskan rencana trase jalan tol, mengidentifikasi aspek teknis, sosial, lingkungan, serta pengadaan tanah. Sekaligus memastikan kesiapan seluruh tahapan sebelum proyek memasuki fase perencanaan lebih rinci. Kegiatan ini juga menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dalam rangka mempercepat realisasi pembangunan ruas Bukittinggi – Padang Panjang – Sicincin.
Kegiatan ini digelar Selasa (14/7/2026) dan dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat Medi Iswandi mewakili Gubernur Sumatera Barat, Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian Pekerjaan Umum Dedy Gunawan, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat Dedie Tri Hariyadi, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Barat Teddi Guspriadi, Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro, Wakil Direktur Utama Hutama Karya Sugeng Rochadi, Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Hartono, Wali Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias, Bupati Agam Benni Warlis, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, beserta jajaran kementerian, pemerintah daerah, dan instansi terkait.
Sepakat Percepat Tahapan Perencanaan
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak menyepakati sejumlah langkah tindak lanjut untuk mendukung percepatan perencanaan pembangunan jalan tol. Beberapa poin yang menjadi perhatian meliputi penyempurnaan trase berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat, pendetailan dokumen perencanaan pengadaan tanah, identifikasi aset negara maupun kawasan kehutanan yang terdampak, serta sinkronisasi dengan rencana tata ruang dan pengembangan wilayah di masing-masing kabupaten dan kota yang dilintasi.
Pemerintah daerah yang hadir menyampaikan dukungan terhadap rencana pembangunan Jalan Tol Bukittinggi – Padang Panjang – Sicincin sebagai infrastruktur strategis. Jalan tol ini diharapkan mampu membuka akses antarwilayah, meningkatkan daya saing daerah, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi di Sumatera Barat.
Sementara itu, Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Barat menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan hukum dalam proses pengadaan tanah guna memastikan setiap tahapan berjalan secara akuntabel dan sesuai ketentuan.
Lengkapi Jaringan JTTS di Sumbar
Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan menyampaikan bahwa pembangunan ruas Bukittinggi – Padang Panjang – Sicincin merupakan bagian penting dalam melanjutkan pengembangan Jalan Tol Trans Sumatera di Provinsi Sumatera Barat setelah beroperasinya Jalan Tol Padang – Sicincin. Menurutnya, keberadaan ruas lanjutan ini akan memperkuat konektivitas kawasan, mempercepat mobilitas masyarakat, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
"Monitoring dan evaluasi ini merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh aspek perencanaan dapat diselesaikan secara matang melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta instansi terkait, kami optimistis proses perencanaan dapat berjalan lebih efektif sehingga pembangunan ruas Bukittinggi – Padang Panjang – Sicincin dapat segera direalisasikan," ujar Iwan dikutip dari hutamakarya.com.
Iwan menambahkan, Hutama Karya berkomitmen mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap tahapan perencanaan dengan memperhatikan aspek teknis, keselamatan konstruksi, keberlanjutan lingkungan, serta penyelesaian pengadaan tanah secara transparan dan akuntabel.
"Bukittinggi – Padang Panjang – Sicincin nantinya akan melengkapi jaringan Jalan Tol Trans Sumatera di Provinsi Sumatera Barat dan terintegrasi dengan Jalan Tol Padang – Sicincin yang telah beroperasi. Kehadirannya diharapkan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan, meningkatkan efisiensi biaya logistik, serta membuka akses menuju pusat-pusat ekonomi, kawasan industri, dan destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat," tutur Iwan.(srn3)