SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membayangi wilayah Sumatera. Sedikitnya 4.229 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Sumatera berdasarkan data Stasiun Meteorologi Pekanbaru/BMKG, Sabtu (5/9/2026).
Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang sebanyak 346 hotspot dan berada di peringkat keempat terbanyak dibandingkan provinsi lainnya dalam pemantauan wilayah Sumatera.
Jumlah hotspot terbanyak terdeteksi di Sumatera Selatan sebanyak 2.587 titik, kemudian Jambi 539 titik dan Bangka Belitung 409 titik.
Berikut peringkat jumlah hotspot di wilayah Sumatera:
- Sumatera Selatan: 2.587 hotspot
- Jambi: 539 hotspot
- Bangka Belitung: 409 hotspot
- Riau: 346 hotspot
- Lampung: 200 hotspot
- Sumatera Barat: 56 hotspot
- Kepulauan Riau: 40 hotspot
- Bengkulu: 34 hotspot
- Aceh: 10 hotspot
- Sumatera Utara: 8 hotspot
Total: 4.229 hotspot.
Tingginya jumlah titik panas tersebut menunjukkan potensi ancaman karhutla masih perlu mendapat perhatian serius. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling dominan, mencapai lebih dari separuh total titik panas yang terpantau.
Sementara itu, Riau kembali menunjukkan peningkatan ancaman titik panas dengan 346 hotspot yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.
Inhil dan Inhu Dominasi Hotspot Riau
Dari sebaran tersebut, Indragiri Hilir menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 111 titik.
Posisi berikutnya ditempati Indragiri Hulu dengan 97 titik dan Bengkalis sebanyak 46 titik.
Hotspot lainnya tersebar di Siak 31 titik, Kepulauan Meranti 27 titik, Pelalawan 26 titik, Dumai 3 titik, Kampar 2 titik, Pekanbaru 2 titik, serta Kuantan Singingi 1 titik.
Jika seluruhnya dijumlahkan, hotspot yang terdeteksi di kabupaten/kota tersebut mencapai 346 titik, sesuai dengan total hotspot Riau yang tercatat dalam data Stamet Pekanbaru/BMKG.
Meski demikian, hotspot tidak serta-merta dapat diartikan sebagai kebakaran aktif. Titik panas merupakan indikator adanya anomali suhu atau panas yang terdeteksi melalui pemantauan satelit. Karena itu, setiap titik tetap membutuhkan verifikasi di lapangan untuk memastikan apakah berkaitan dengan kebakaran atau tidak.
Cuaca Riau Masih Perlu Diwaspadai
Di tengah munculnya ratusan titik panas tersebut, kondisi cuaca Riau pada Sabtu (5/9/2026) diprakirakan berada dalam kondisi udara kabur hingga berawan sepanjang hari.
Potensi hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir dan Kota Dumai.
Kondisi ini membuat kewaspadaan terhadap potensi karhutla di Riau perlu terus diperkuat, khususnya di daerah yang memiliki konsentrasi hotspot cukup tinggi.
Langkah deteksi dini dan verifikasi lapangan menjadi penting untuk mencegah titik panas berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan berpotensi menimbulkan kabut asap serta berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat.(srn3)