SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Event Masjid Al-Husna Cup Tuanku Tambusai V – Mounted Martial Art Championship 2025, ajang bergengsi olahraga berkuda internasional, sukses digelar pada 28–30 November 2025.
Seluruh rangkaian pertandingan berlangsung di arena ASAR (Ashabul Husna Ranch), halaman belakang Masjid Al-Husna Marpoyan, tepat di depan Kampus UIR Pekanbaru.
Kompetisi yang menampilkan olahraga tradisi dan ketangkasan berkuda ini diikuti 48 atlet dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Firmansyah Lc MH, yang turun di beberapa nomor, mulai dari berkuda-menombak, berkuda-memanah hingga berkuda-berpedang.
"Alhamdulillah, pesertanya tidak hanya dari Kota Pekanbaru, tapi juga dari luar Provinsi Riau serta negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam," ujar Firmansyah, Selasa (2/12/2025).
Event ini mempertandingkan empat nomor utama ketangkasan berkuda bersenjata:
• Berkuda-Menombak
• Berkuda-Memanah
• Berkuda-Berpedang
• MMA Berkuda (Mix: kombinasi 3 senjata)
Selain kategori utama, kategori pemula (beginner) juga dipertandingkan untuk mendorong regenerasi atlet ketangkasan berkuda di masa mendatang.
Daftar Juara:
Nomor Pedang Berkuda
• Juara 1: M. Zaky Shobari
• Juara 2: Rahmat Azhari
• Juara 3: Riski Ramadan
Nomor Tombak Berkuda
• Juara 1: Rahmat Azhari
• Juara 2: M. Zaky Shobari
• Juara 3: Abdul Fattah
Nomor Skirmish
• Juara 1: Rahmat Azhari
• Juara 2: M. Zaky Shobari
• Juara 3: Aira Adistia
Nomor Mix (3 Senjata)
• Juara 1: Rahmat Azhari
• Juara 2: M. Zaky Shobari
• Juara 3: Abdul Fattah
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, resmi menutup rangkaian kompetisi dan menyampaikan apresiasinya. Ia berharap turnamen ini dapat menjadi agenda tahunan.
"Tujuannya agar seni dan olahraga warisan budaya seperti berkuda ini terus lestari dan makin diminati generasi muda," ujarnya.
Event ini sebelumnya dibuka oleh Wali Kota Pekanbaru yang diwakili Pj Sekda, Ingot Ahmad Hutasuhut. Hadir juga zuriyat Tuanku Tambusai, Saleh Jasit, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai sejarah dan semangat kepahlawanan Tuanku Tambusai.
(srn1)