• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Internasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • More
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Olahraga
  • Video
  • Pilihan Editor
  • Advertorial
  • Galeri Foto
  • Terpopuler
  • Indeks
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS

Rambu Larangan Parkir Dipasang di Flyover Kelok 9, Pengendara Bandel, Dihukum Push Up
Lantik Kepala Inspektorat, Gubri Ingin Institusi Pengawasan Harus Kuat
Sigit Juli Hendriawan Resmi Dilantik Sebagai Kepala Inspektorat Riau
Atasi Karhutla, Wagubri Akan Berdayakan Tim Satgas Penertiban Perkebunan Ilegal Riau
Tim Gugas Covid-19 Tracing 25 Penumpang Lion Air Tujuan Pekanbaru - Jakarta

  • Home
  • Peristiwa

Kisah Suryani, Janda Renta Korban Kejamnya Proyek Tol Pekanbaru–Rengat: Rumah Hilang, Hidup Menumpang

Redaksi

Senin, 09 Februari 2026 17:55:50 WIB
Cetak
Kisah Suryani, Janda Renta Korban Kejamnya Proyek Tol Pekanbaru–Rengat: Rumah Hilang, Hidup Menumpang
Suryani, janda 63 tahun bersama anaknya, Sukri, korban proyek Tol Pekanbaru-Rengat. (Foto: siarancoid)

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Suryani (63) merupakan satu dari puluhan warga terdampak pembangunan jalan tol di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Muara Fajar Timur, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Rumah yang telah ia huni selama puluhan tahun kini sudah rata dengan tanah pada Desember 2025 lalu, tanpa pernah ia sangka akan berakhir demikian.

Ya, di usia senjanya, seharusnya menikmati hari-hari dengan tenang di rumah yang telah ditempatinya sejak kecil. Namun kenyataan berkata lain. Janda renta itu kini harus hidup berpindah-pindah, menumpang dari satu rumah anak ke rumah anak lainnya, setelah rumah dan tanah warisan keluarganya digusur proyek pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Rengat.

Tak hanya satu bangunan, sedikitnya lima rumah lain yang berdiri di atas lahan milik keluarganya ikut diratakan alat berat proyek tol. Lahan seluas sekitar 200 x 150 meter atau delapan bidang tersebut, menurut Suryani, telah dikuasai keluarganya sejak 1959–1960, jauh sebelum kawasan itu berkembang seperti sekarang.

Namun, tanpa sepengetahuan dirinya dan keluarga besar, tanah tersebut kemudian disebut pemerintah setempat masuk dalam dokumen Barang Milik Negara (BMN). Status itulah yang membuat Suryani tak memperoleh ganti rugi, meski nilai penggantian sempat tercantum sekitar Rp 2 miliar dalam dokumen pendataan.

“Saya baru tahu tanah kami disebut BMN pada 1 April 2024. Itu pun hanya tertulis di kolom nama pemilik tanah, bukan Surat Keputusan resmi,” ujar Suryani lirih kepada wartawan, Senin (9/2/2026), di rumah anaknya, Sukri.

Sejak penggusuran paksa itu, Suryani tak lagi memiliki tempat tinggal tetap. Rumah yang menjadi saksi hampir seluruh perjalanan hidupnya kini hanya tinggal kenangan.

“Tanah itu dari buyut saya, turun-temurun. Lima generasi kami hidup di sana. Kok tiba-tiba dibilang tanah negara,” kenangnya, dengan mata berkaca-kaca.

Bagi Suryani, tanah itu bukan sekadar sebidang lahan. Di sanalah ia dilahirkan, tumbuh dewasa, membesarkan anak-anaknya, dan menggantungkan hidup.

Menurut ceritanya, lahan tersebut pertama kali dibuka oleh buyutnya sekitar 1959–1960, saat wilayah itu masih berupa hutan belantara.

Dengan cara tebang tebas, lahan dibuka untuk kebun dan permukiman. Sejak itu, generasi demi generasi menetap dan merawat tanah tersebut. Jika dihitung sejak generasi buyut, penguasaan lahan keluarga Suryani telah berlangsung hampir satu abad.

Selama puluhan tahun tinggal di sana, keluarga mengaku tak pernah menerima pemberitahuan bahwa lahan tersebut merupakan tanah negara. Mereka membayar pajak, merawat tanah, serta hidup berdampingan dengan warga lain. Fasilitas umum berdiri, perusahaan beroperasi, bahkan saat rumah mereka pernah terbakar, bantuan pemadam kebakaran datang tanpa pernah mempersoalkan status tanah.

Perubahan hidup Suryani bermula dari sosialisasi proyek tol pada 8 Juli 2021 di Kantor Kelurahan Muara Fajar Timur. Warga diminta melengkapi dokumen tanah. Saat itu, Suryani mengurus Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) yang terbit pada 2021, sebagai penguatan administrasi karena dokumen lama hilang.

Harapan sempat tumbuh ketika tim pendataan menghitung luas tanah, bangunan, dan tanaman. Namun harapan itu runtuh saat dokumen ganti rugi diserahkan pada 1 April 2024. Di dalamnya, tanah milik keluarga Suryani tercantum sebagai BMN.

“Saya tanya petugas, katanya tanah ini Barang Milik Negara. Saya langsung lemas. Padahal tanah itu sudah puluhan tahun kami tempati,” tuturnya.

Meski sempat melihat nilai ganti rugi sekitar Rp 2 miliar, status BMN membuatnya tak menerima sepeser pun. Rumah, kebun, dan usaha kecil yang menjadi sumber penghidupan pun lenyap tanpa pengganti.

Kini, Suryani hidup bergantung pada anak-anaknya. Ia tak lagi memiliki penghasilan tetap. Di usia yang tak lagi muda, ia harus menerima kenyataan pahit kehilangan rumah dan tanah yang menjadi bagian dari hidupnya.

Masih Ada Keadilan Itu?

Keluarga Suryani mengaku baru mengetahui status tanah sebagai BMN saat proses penetapan ganti rugi. Mereka menegaskan tak pernah menerima surat peringatan atau pemberitahuan resmi sebelumnya. Menjelang eksekusi, mereka hanya diminta untuk pindah.

Menurut pengakuan keluarga, ganti rugi tanah disebut dititipkan di pengadilan, sementara bangunan tidak dibayarkan dan tidak ada solusi relokasi yang jelas.

Tak hanya Suryani, warga lain di kawasan tersebut juga mengaku mengalami hal serupa. Mereka berharap ada kejelasan hukum dan kebijakan yang lebih berpihak pada masyarakat terdampak proyek strategis nasional.

“Saya tidak menolak pembangunan. Saya tahu jalan tol untuk kepentingan banyak orang. Tapi kami ini orang kecil. Kami hanya ingin diperlakukan adil,” ucap Suryani lirih.(srn1) 


 Editor : siaran.co.id

Berita Lainnya +INDEKS

Peristiwa

Setelah Satu Dekade Terabaikan, Jalan Teluk Leok Akhirnya Diaspal

Selasa, 17 Maret 2026 - 23:14:21 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU - Setelah hampir satu dekade terbengkalai tanpa perbaikan, Jalan Tel.

Peristiwa

Berbagi dengan Kaum Dhuafa, Nofrizal Gelar Doa Bersama untuk Keluarga dan Almarhumah Ibunda

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:45:18 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ir Nofrizal MM, menggelar kegiatan berbag.

Peristiwa

Investigasi Kerusakan Radome GA 176 Masih Berlangsung, GM SSK II: Masih Menunggu

Ahad, 08 Maret 2026 - 20:43:00 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Proses investigasi penyebab kerusakan pada bagian hidung pesawat (rado.

Peristiwa

Garuda GA176 Rute Jakarta–Pekanbaru Alami Kerusakan Misterius, Penerbangan Lanjutan Batal

Ahad, 08 Maret 2026 - 09:36:50 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU-- Misterius, Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA176 rute.

Peristiwa

Panas Terik di Pekanbaru, 41 Titik Panas Terdeteksi di Riau

Ahad, 01 Maret 2026 - 20:49:46 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Cuaca panas terik menyelimuti Kota Pekanbaru dan sejumlah wilayah di P.

Peristiwa

Sidang Lapangan Tol Pekanbaru–Rengat Bongkar Inkonsistensi Klaim, Dugaan Mafia Tanah Menguat

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:39:33 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Hamparan lahan di Rumbai Barat berubah menjadi ruang sidang terbuka, Kam.


tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Antusias Tinggi, 560 Atlet Siap Berlaga di Pekanbaru Open International 2026
27 Maret 2026
Hasil Sidang Isbat, Idul Fitri 2026 Jatuh pada 21 Maret
19 Maret 2026
Gelar Juara Senegal Dicabut, Diberikan Ke Maroko
18 Maret 2026
Menjaga Terangnya Idulfitri, PLN UID Riau dan Kepri Siaga Amankan Pasokan Listrik
17 Maret 2026
Setelah Satu Dekade Terabaikan, Jalan Teluk Leok Akhirnya Diaspal
17 Maret 2026
Jelang Idulfitri, PLN Siagakan 1.890 Personel dan 49 Posko Kelistrikan di Riau dan Kepulauan Riau
17 Maret 2026
Roni Amriel Direkomendasikan Pimpin Golkar Pekanbaru
16 Maret 2026
Dari Dapur MBG ke Forum Empat Pilar, Relawan SPPG Bengkalis Soroti Logistik dan Kualitas Gizi
15 Maret 2026
Sosialisasi 4 Pilar di Bengkalis, Senator Arif Eka Dorong Kebijakan Berpihak Kepada Nelayan dan Buruh Pabrik
15 Maret 2026
Posko Terpadu Resmi Beroperasi, Trafik Penumpang Bandara SSK II Naik 26 Persen di H-7 Lebaran
15 Maret 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Usulkan KPK Dampingi Penyusunan APBD Pekanbaru
  • 2 Sidang Lapangan Batal, Hakim PN Pekanbaru Berang: Penggugat Tak Mampu Tunjukkan Batas Tanah, Dugaan Mafia Tanah Mencuat
  • 3 Kisah Suryani, Janda Renta Korban Kejamnya Proyek Tol Pekanbaru–Rengat: Rumah Hilang, Hidup Menumpang
  • 4 Keteguhan Nenek Asni Menanti Keadilan, 20 Tahun Bertahan Hadapi Mafia Tanah hingga Proyek Tol Nasional
  • 5 Ayo Ramaikan Kenduri Anak Pekan, IPP Ajak Warga Pekanbaru Rayakan Kebersamaan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Siaran.co.id ©2021 | All Right Reserved