Kanal

Investigasi Kerusakan Radome GA 176 Masih Berlangsung, GM SSK II: Masih Menunggu

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Proses investigasi penyebab kerusakan pada bagian hidung pesawat (radome) yang dialami pesawat Garuda Indonesia masih terus berlangsung hingga Minggu (8/3/2026). Otoritas terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan faktor penyebab insiden tersebut.

Berita terkait;

https://siaran.co.id/news/detail/1088/garuda-ga176-rute-jakarta%E2%80%93pekanbaru-alami-kerusakan-misterius-penerbangan-lanjutan-batal

Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 176 registrasi PK-GFF rute Jakarta–Pekanbaru sebelumnya mengalami kendala teknis setelah mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, dengan posisi radome rusak misterius, Sabtu (7/3/2026) pukul 17.15 WIB.

Sebelumnya sudah dijelaskan General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II, Achmad, melalui keterangan pers nya, menjelaskan bahwa akibat kerusakan tersebut, pesawat yang dijadwalkan kembali terbang sebagai GA 179 rute Pekanbaru–Jakarta pukul 17.40 WIB tidak dapat dioperasikan (grounded). Maskapai memutuskan melakukan perbaikan serta pengecekan menyeluruh dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Keselamatan penumpang dan kru merupakan prioritas utama, sehingga pesawat harus menjalani pemeriksaan teknis secara komprehensif sebelum dinyatakan laik terbang,” ujarnya.

Tim operasional bandara langsung berkoordinasi dengan pihak Garuda Indonesia guna memastikan penanganan terhadap penumpang GA 179 yang terdampak penundaan.

Sebagai langkah antisipasi, seluruh penumpang GA 179 dialihkan menggunakan penerbangan  nomor QG 33 rute Pekanbaru–Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pesawat pengganti tersebut dilaporkan lepas landas pada pukul 19.12 WIB.

Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara SSK II menyatakan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan optimal, dengan mengedepankan keselamatan dan keamanan.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kerusakan radome pada pesawat tersebut belum diumumkan. Tim berwenang masih melakukan investigasi untuk mengungkap faktor teknis yang menyebabkan insiden tersebut.

"Kami masih menunggu Bapak/ Ibu tim yang berwenang menyelidiki kejadian ini, yang sampai saat ini masih melakukan investigasi," ungkap Achmad. (srn3) 

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER