SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Cuaca panas terik menyelimuti Kota Pekanbaru dan sejumlah wilayah di Provinsi Riau, Ahad (1/3/2026).
Kondisi langit yang cenderung cerah hingga cerah berawan sejak pagi hingga sore hari berdampak pada meningkatnya kemunculan titik panas (hotspot) di sejumlah daerah.
Berdasarkan prakiraan dari (BMKG) Stasiun Pekanbaru, cuaca di Riau secara umum didominasi cerah berawan. Potensi hujan ringan bersifat lokal diperkirakan hanya terjadi pada dini hari.
Forecaster on duty BMKG Pekanbaru, Yasir P, menjelaskan pada pagi hari cuaca berkisar antara udara kabur hingga cerah berawan. Memasuki siang hingga sore, kondisi cenderung cerah hingga cerah berawan dengan intensitas panas yang cukup terasa.
“Pada malam hari, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan,” ujar Yasir.
Ia menambahkan, pada dini hari berpotensi terjadi udara kabur hingga berawan disertai hujan ringan secara lokal di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir, dan Kabupaten Pelalawan. BMKG juga memastikan tidak terdapat peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem atau nihil peringatan.
Suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23,0 hingga 34,0 derajat Celsius, dengan kelembapan udara antara 55 hingga 99 persen. Angin bertiup dari arah Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam. Sementara tinggi gelombang laut di perairan Riau diperkirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah.
Dijelaskan juga, Prakirawan BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, di tengah dominasi cuaca cerah tersebut, data pemantauan hotspot menunjukkan peningkatan titik panas di wilayah Sumatera. Berdasarkan pembaruan pukul 16.00 WIB, total terdeteksi 136 titik panas di Pulau Sumatera, dengan Riau menjadi salah satu penyumbang terbanyak.
Untuk wilayah Riau, tercatat 41 titik panas tersebar di beberapa kabupaten/kota. Rinciannya yakni Kota Pekanbaru 1 titik, Kota Dumai 1 titik, Kabupaten Bengkalis 2 titik, Kabupaten Kampar 3 titik, Kabupaten Kuantan Singingi 2 titik, Kabupaten Pelalawan 3 titik, Kabupaten Rokan Hilir 16 titik, Kabupaten Rokan Hulu 1 titik, Kabupaten Siak 6 titik, dan Kabupaten Indragiri Hilir 6 titik.
Jumlah terbanyak terpantau di Kabupaten Rokan Hilir dengan 16 titik panas, disusul Kabupaten Siak dan Kabupaten Indragiri Hilir masing-masing 6 titik.
Kondisi cuaca cerah dan suhu maksimum yang mencapai 34 derajat Celsius dinilai menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kemunculan hotspot.
Meski belum ada peringatan cuaca ekstrem, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas.(srn3)