SIARAN.CO.ID, PELALAWAN– Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan Asnol Mubarack mendesak Pemkab Pelalawan serius menangani kerusakan jalan desa yang dinilai menghambat ekonomi dan aktivitas warga. Desakan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis Pembangunan Pembahasan Renja Perangkat Daerah Tahun 2027 di Aula Bappeda Pelalawan, Senin (18/5/2026).
Asnol menilai respons pemerintah daerah selama ini lemah terhadap perbaikan akses jalan di desa-desa. Padahal, menurutnya, jalan desa merupakan urat nadi perekonomian, akses pendidikan, dan kesehatan masyarakat.
“Jalan desa ini menyangkut kehidupan masyarakat banyak dan menjadi akses utama pergerakan ekonomi warga. Harus jadi perhatian,” tegas politisi Fraksi Demokrat itu.
Ia menyoroti kondisi Jalan Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, yang rusak berat dan sulit dilalui. Setelah dikritisi, Dinas PUPR Pelalawan baru mulai melakukan perbaikan di wilayah tersebut. Asnol mengapresiasi langkah itu, namun mengingatkan masih banyak ruas jalan lain yang kondisinya memprihatinkan.
Di Kecamatan Pelalawan, sejumlah titik yang dikeluhkan warga meliputi akses jalan di Desa Ransang, Kuala Tolam, Desa Sering, hingga jalan lingkungan di Kelurahan Pelalawan. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Bunut, mencakup Desa Keriung, Desa Sungai Buluh, Desa Lubuk Mas, dan jalan lingkungan di Kelurahan Bunut.
Sementara di Kecamatan Teluk Meranti, Asnol menyoroti Jalan Poros menuju Desa Kuala Panduk yang kerap dikeluhkan warga karena rusak.
“Kalau hujan sulit dilalui, kalau panas berdebu. Ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujarnya.
Asnol meminta Dinas PUPR membuat skala prioritas yang jelas dan tidak hanya melakukan perbaikan tambal sulam. Ia mendorong peningkatan badan jalan secara menyeluruh agar dampaknya terasa jangka panjang.
Berdasarkan penjelasan Dinas PUPR dalam forum itu, beberapa ruas jalan akan ditangani bertahap dan diusulkan peningkatan badan jalan pada anggaran 2027.
Namun Asnol mengingatkan agar rencana tersebut tidak berhenti di ruang rapat.
“Setiap tahun persoalan jalan rusak selalu dibahas. Tapi masyarakat masih menghadapi kondisi yang sama. Pemerintah harus serius dan menjadikan infrastruktur desa sebagai prioritas utama,” katanya.
Ia menegaskan jalan yang layak akan menggerakkan ekonomi desa, terutama bagi petani dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada transportasi darat.
“Kalau jalan bagus, ekonomi bergerak. Hasil kebun lancar keluar, masyarakat mudah beraktivitas dan pembangunan desa juga ikut tumbuh,” pungkasnya. (srn3)