SIARAN.CO.ID, PEKANBARU – Upaya Pemko Pekanbaru dalam memperbaiki jalan-jalan rusak menjelang akhir tahun 2025 sudah menunjukkan hasil nyata. Puluhan ruas jalan kini kembali mulus dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Kota Pekanbaru.

MULUS: Salah satu titik jalan yang kini tampak mulus dari sebelumnya, jalan Garuda (daerah Pasar Palapa). (Foto: siarancoid)
Namun demikian, keberhasilan tersebut diingatkan agar tidak bersifat sementara. DPRD Kota Pekanbaru menegaskan, Pemko di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho juga harus serius membenahi sistem drainase agar aliran air lancar dan umur jalan yang telah diaspal bisa bertahan lebih lama.
Pasalnya, intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan banyak genangan air di badan jalan, termasuk di jalan yang baru saja diaspal. Kondisi ini dinilai berpotensi besar merusak lapisan aspal, dimulai dari lubang-lubang kecil yang lambat laun membesar hingga kembali merusak jalan.
“Ini yang harus diantisipasi bersama. Jalan yang sudah diperbaiki jangan sampai cepat rusak lagi hanya karena drainase tidak berfungsi maksimal,” tegas Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, H Ervan SH, Selasa (16/12/2025).
Menurut Ervan, perhatian khusus juga harus diberikan kepada kontraktor pelaksana. Ia mengingatkan bahwa setiap pekerjaan jalan masih memiliki masa pemeliharaan yang menjadi tanggung jawab kontraktor.
“Harusnya kita jaga bersama. Biasanya jalan yang diperbaiki itu masih ada masa pemeliharaannya beberapa bulan ke depan, dan itu tanggung jawab kontraktor,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Pekanbaru tersebut.
Ia menambahkan, saat ini Pemko Pekanbaru telah melakukan perbaikan pada 29 ruas jalan melalui overlay atau pengaspalan menyeluruh, dengan total panjang mencapai puluhan kilometer. Selain itu, kegiatan tambal sulam juga dilakukan di ribuan titik di berbagai wilayah kota.
DPRD berharap, jalan yang sudah mulus tersebut tidak kembali rusak dalam waktu singkat. Untuk itu, Ervan menegaskan agar tidak ada lagi pemberian izin sembarangan terhadap galian-galian yang merusak badan jalan.
“Kita berharap Dinas PUPR sebagai leading sector menjadikan ini atensi. Cukuplah galian-galian yang merusak jalan itu. Jangan asal kasih izin lagi, harus jelas tanggung jawabnya. Pengawasan, penindakan, hingga sanksi tegas harus diterapkan,” tegasnya.
Ditegaskannya lagi, secara kelembagaan, DPRD Kota Pekanbaru mengapresiasi gerak cepat Pemko dalam menangani persoalan jalan rusak. Meski demikian, kualitas pembangunan dan pemeliharaan jangka panjang tetap menjadi catatan penting agar hasilnya tidak sia-sia.
Dengan capaian tersebut, DPRD berharap sinergi antara perbaikan jalan dan pembenahan drainase dapat terus diperkuat, sehingga infrastruktur yang dibangun tidak hanya mulus sesaat, tetapi benar-benar tahan lama dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Pekanbaru.
Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyatakan capaian perbaikan jalan merupakan hasil pengelolaan anggaran yang cermat dan terukur.
“Kalau perbaikan jalan rusak, untuk aspal ini sudah melebihi target,” ungkap Agung.
Ia menegaskan, Pemko Pekanbaru terus berkomitmen memastikan anggaran infrastruktur digunakan secara efektif dan tepat sasaran demi kepentingan masyarakat.
Plt Kepala Dinas PUPR Pekanbaru, Edwar Riansyah, menyampaikan bahwa total panjang jalan yang telah dioverlay mencapai 38 kilometer. Angka ini jauh melampaui target awal yang hanya 20 kilometer per tahun, sesuai visi dan misi Wali Kota Pekanbaru.
“Pekerjaan yang seharusnya selesai dalam dua tahun, bisa dituntaskan dalam satu tahun,” jelas Edwar.
Adapun ruas jalan yang telah diperbaiki antara lain Jalan Serayu, Jalan Kulim, Jalan Jenderal, Jalan Angkasa, Jalan Garuda, Jalan Samarinda, Jalan Melur, Jalan Cempaka, Jalan Pepaya, Jalan Lili 1–Lili 2, Jalan Teratai, Jalan Lion–Garuda, Jalan Saus, Jalan Tegal Sari, Jalan Unggas, Jalan Bangau Sakti, Jalan Srikandi, Jalan Sekuntum, Jalan Rajawali, Jalan T. Mahmud II, Jalan Merpati Sakti, hingga Jalan Pembina IV, serta sejumlah ruas lainnya.(srn1)