SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Kabut tebal menyelimuti Kota Pekanbaru Rabu (31/12/2025) pagi dan berdampak pada terganggunya aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menjelaskan fenomena tersebut merupakan kabut jenis fog akibat proses kondensasi.
Baca juga:
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Indah Desinigraha, mengatakan kabut terbentuk dari kumpulan partikel air yang mengembun di udara pada kondisi kelembapan tinggi.
“Kabut yang terjadi pagi ini merupakan fog, yaitu kumpulan partikel air yang terbentuk akibat proses kondensasi. Kabut akan menghilang ketika terkena sinar matahari langsung,” jelas Indah.
Ia menyebutkan, penurunan jarak pandang mulai terdeteksi sejak dini hari. Pada pukul 04.00 WIB, visibilitas mulai menurun dan mencapai puncaknya sekitar pukul 06.00 WIB.
“Pada puncak kejadian, jarak pandang sempat turun hingga sekitar 100 meter,” ujarnya.
Menurut Indah, fenomena kabut tebal ini berkaitan dengan kondisi cuaca di wilayah Riau yang telah memasuki musim penghujan sejak November lalu dan diperkirakan berlangsung hingga Januari dasarian kedua.(srn3)