• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Internasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • More
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Olahraga
  • Video
  • Pilihan Editor
  • Advertorial
  • Galeri Foto
  • Terpopuler
  • Indeks
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS

Hubungan Tuhan, Manusia dan Alam dalam Perspektif Tasawuf
Rambu Larangan Parkir Dipasang di Flyover Kelok 9, Pengendara Bandel, Dihukum Push Up
Lantik Kepala Inspektorat, Gubri Ingin Institusi Pengawasan Harus Kuat
Sigit Juli Hendriawan Resmi Dilantik Sebagai Kepala Inspektorat Riau
Atasi Karhutla, Wagubri Akan Berdayakan Tim Satgas Penertiban Perkebunan Ilegal Riau

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

OPINI | SAHABAT LINGKUNGAN HIDUP

Hubungan Tuhan, Manusia dan Alam dalam Perspektif Tasawuf

Redaksi

Sabtu, 19 September 2026 15:56:05 WIB
Cetak
Hubungan Tuhan, Manusia dan Alam dalam Perspektif Tasawuf
Muhammad Akhyar

 

Oleh: M. Akhyar Chomel, S.Sos
Ketua Sahabat Lingkungan Hidup (SLH) Riau

Dalam pandangan tasawuf, hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam bukanlah tiga hal yang terpisah. Ketiganya terikat dalam satu jalinan yang sangat dalam, terutama dalam perjalanan manusia untuk mengenal dan mendekat kepada Allah SWT, Tuhan Semesta Alam.

Alam adalah ciptaan-Nya. Manusia adalah makhluk yang diberi amanah untuk menjaga dan memakmurkannya. Karena itu, ketika manusia merusak alam, sesungguhnya yang terganggu bukan hanya keseimbangan ekologis, tetapi juga hubungan spiritual manusia dengan Sang Pencipta.

Alam Sebagai Ayat-Ayat Tuhan

Dalam khazanah tasawuf, alam dipandang sebagai ayat, yakni tanda-tanda kebesaran Allah. Langit yang luas, laut yang dalam, hutan yang rimbun, sungai yang mengalir, tanah, pepohonan, hingga seluruh makhluk hidup adalah manifestasi dari kekuasaan-Nya.

Maka, menjaga alam bukan sekadar persoalan ekologis atau program lingkungan semata. Ia adalah bagian dari perjalanan batin, bagian dari cara manusia mengenal Tuhannya melalui ciptaan-Nya.

Manusia Sebagai Khalifah, Bukan Perusak

Al-Qur'an menegaskan kedudukan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Kedudukan yang mulia ini bukan lisensi untuk mengeksploitasi alam sesuka hati.

Justru sebaliknya, amanah sebagai khalifah menuntut tanggung jawab besar: menjaga keseimbangan, merawat kehidupan, dan mencegah segala bentuk kerusakan.

Tasawuf mengajarkan manusia untuk membersihkan hati dari tiga penyakit batin: keserakahan, keangkuhan, dan cinta berlebihan terhadap dunia. Ketika hati dipenuhi keserakahan, alam hanya akan dipandang sebagai komoditas dan sumber keuntungan sesaat.

Namun ketika hati telah mengenal Allah, alam akan dipandang sebagai amanah yang harus dijaga dengan penuh kasih.

Mencintai Alam Adalah Ibadah

Karena itu, mencintai alam merupakan bagian dari akhlak kepada Allah.

Menanam pohon, menjaga sungai, melindungi hutan, merawat laut dan mangrove, serta mencegah pencemaran, bukanlah sekadar tindakan sosial. Jika dilakukan dengan kesadaran bahwa semua makhluk berada dalam ciptaan dan kehendak Allah, maka semua itu bernilai ibadah.

Dalam perspektif tasawuf, kerusakan alam sering kali menjadi cermin dari kerusakan batin manusia. Ketika nafsu untuk menguasai dan mengambil tanpa batas mengalahkan rasa syukur dan tanggung jawab, maka alam pun menjadi korban pertama.

Perlu Pertobatan Ekologis

Maka yang kita butuhkan hari ini adalah pertobatan ekologis.

Pertobatan yang tidak berhenti pada ucapan dan seremoni, tetapi diwujudkan melalui perubahan perilaku yang nyata: mengakui kesalahan, menghentikan tindakan yang merusak, memperbaiki kerusakan yang telah terjadi, dan membangun kembali hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam.

Sahabat Lingkungan Hidup (SLH) memandang bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, aktivis, atau kelompok tertentu. Ini adalah tanggung jawab seluruh manusia sebagai makhluk Tuhan.

Sebab, hubungan dengan Tuhan akan melahirkan kesadaran.
Kesadaran akan melahirkan kasih kepada sesama.
Dan kasih kepada sesama akan melahirkan kepedulian terhadap alam.

Pada akhirnya, menjaga alam adalah menjaga kehidupan. Dan menjaga kehidupan adalah bagian dari menjaga amanah yang telah diberikan Allah kepada manusia.

Bagi seorang yang berjalan dalam jalan tasawuf, ketika ia memandang alam dengan mata hati, ia tidak hanya melihat ciptaan. Ia melihat tanda-tanda kebesaran Sang Pencipta.*


 Editor : siaran.co.id

Berita Lainnya +INDEKS

Daerah

Demi Anak Cucu, Sahabat Lingkungan Hidup Riau: Mulai Hari Ini Kita Harus Bertobat Secara Ekologis

Jumat, 11 September 2026 - 16:58:24 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Riau menyatakan dukungan terhadap To.

Daerah

Sumatera 1.607 Hotspot, Riau Terbanyak Kedua 150 Titik, Kualitas Udara Tidak Sehat

Rabu, 09 September 2026 - 08:37:00 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Berdasarkan data yang dirilis BMKG Pekanbaru mencatat sebanyak 1.607 tit.

Daerah

Alumni SMU 4 Pekanbaru Angkatan 2002 Gelar Reuni

Senin, 07 September 2026 - 23:34:44 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU - Lama tak jumpa, saatnya bertemu lagi. Alumni SMU 4 Pekanbaru Angkatan 2.

Daerah

Dukung Green Policing Polda Riau, Sahabat Lingkungan Hidup Riau Siap Berkolaborasi

Kamis, 03 September 2026 - 14:14:28 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Riau menegaskan kesiapan untuk berko.

Daerah

Udara Pekanbaru Sangat Tak Sehat, Warga Diminta Batasi Aktivitas di Luar Rumah

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:26:08 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Masyarakat Kota Pekanbaru diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul memb.

Daerah

Jaga Keamanan Pangan, Relawan MBG di Riau Perlu Rutin Medical Check Up

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:21:01 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Riau tidak hanya dituntut.


tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Reuni, Alumni SMU 4 Pekanbaru Angkatan 2002: Semakin Tua Semakin Akrab, Saudara Selamanya
20 September 2026
Hubungan Tuhan, Manusia dan Alam dalam Perspektif Tasawuf
19 September 2026
DJP Catat Penerimaan Pajak Ekonomi Digital Hingga Agustus 2026 Tembus Rp 57,23 Triliun
18 September 2026
BPN Pekanbaru Pilih Bungkam, Soal Floating hingga Dugaan Mafia Tanah
18 September 2026
KPK Diminta Geledah BPN Pekanbaru! Dewan: Urus Floating Saja Setengah Mati, Ada Apa?
17 September 2026
Tumbuh 7,39 Persen Tertinggi Nasional, Pekanbaru Hadapi Tantangan Jaga Momentum Ekonomi Tumbuh
16 September 2026
Perkuat Kesadaran Pajak Sejak Dini, DJP Riau Gandeng Sekolah SMP di Pekanbaru
14 September 2026
70 Panel PJU Pekanbaru Dicuri, Warga Diminta Ikut Awasi Aset dan Laporkan!
14 September 2026
Ekonomi Pekanbaru Tumbuh 7,39 Persen, Tertinggi se-Indonesia
14 September 2026
Dugaan Curi Arus di Puskesmas Umbansari, PLN Jatuhkan Denda Rp60 Juta, DPRD Minta Dikaji Ulang
14 September 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Hubungan Tuhan, Manusia dan Alam dalam Perspektif Tasawuf
  • 2 Dukung Green Policing Polda Riau, Sahabat Lingkungan Hidup Riau Siap Berkolaborasi
  • 3 Ojol JOSAL Segera Launching di Pekanbaru, Aprianto: Kita Gratiskan Potongan Aplikator
  • 4 Sahabat Lingkungan Riau Desak "Tembak Mati" Dalang Karhutla
  • 5 Joget Kardus Sampai Syahrini Tutup Mata, Meriahkan HUT RI di Dasawisma RT 03/RW 08 Tobek Godang

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Siaran.co.id ©2021 | All Right Reserved