Kanal

Fraksi Golkar Minta RS Prima Berikan Layanan Prima untuk Fathier

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU — Pasca mengalami kecelakaan kerja, Muhammad Fathier Risky (20) yang alami luka bakar serius dengan 46 persen tubuh terbakar, kini dirawat di RS Prima Pekanbaru. Mirisnya, karena keterbatasan biaya, pengobatannya hanya dengan pemberian obat paracetamol. Hal ini mendapatkan perhatian dari Fraksi Golkar DPRD Kota Pekanbaru.

Disampaikan langsung Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Pekanbaru, H Roni Amriel SH MH, dia menyoroti keras pelayanan kesehatan yang diberikan RS Prima Pekanbaru terhadap pasien korban kecelakaan kerja tersebut.

Berita terkait;

https://siaran.co.id/news/detail/917/fathier-pekerja-internet-yang-terbakar-arus-listrik-dan-terlupakan-tanggung-jawab-perusahaan

Roni menyayangkan layanan rumah sakit swasta tersebut yang dinilai tidak memberikan pelayanan maksimal terhadap Fathier, meski kondisi korban sangat memprihatinkan akibat luka bakar serius setelah tersengat listrik dalam kecelakaan kerja.

“Kalau ada jaminan pihak perusahaan yang bertanggung jawab, janganlah diberikan pengobatan ala kadarnya. Masa korban luka bakar, setelah operasi, hanya dikasih paracetamol dan obat anti nyeri. Di mana hati nurani mereka?” tegas Roni, Selasa (11/11/2025).

Ia menambahkan, luka bakar akibat tersengat listrik bertegangan tinggi bukanlah cedera ringan yang bisa diatasi dengan obat generik semata.

“Kita terbakar api rokok saja bisa terasa perih seharian. Apalagi ini, tubuhnya hampir setengah terbakar. Rumah sakit mestinya paham, ini soal nyawa manusia, bukan sekadar hitung-hitungan bisnis,” ungkapnya.

Roni menilai, orientasi rumah sakit yang terlalu menitikberatkan pada aspek bisnis dan mengabaikan sisi kemanusiaan ini harus jadi pertimbangani.

"Harusnya kedepankan asas kemanusiaan dulu, berikan layanan maksimal, sampai ada tanggungjawab dari perusahaan tempat korban bekerja," tuturnya.

Atas dasar ini, Roni yang juga duduk di Komisi IV DPRD Pekanbaru menjadwalkan pemanggilan manajemen RS Prima untuk dimintai klarifikasinya secara resmi.

“Kita (Komisi IV) akan hearing mereka, dan akan dijadwalkan segera. Jangan-jangan bukan satu ini saja kasusnya. Bisa jadi ada banyak pasien lain yang juga diperlakukan tidak layak seperti ini,” tambahnya menyesali.

Ditegaskan Roni, dia akan melihat kronologi masalahnya, diketahui juga penyebabnya karena bentangan kabel PLN dipasang di bawah standar minimal. "Ini akan kita telusuri agar tidak ada korban lain, dan bukan tidak mungkin manajemen PLN juga akan kita hearing, " pungkasnya.(srn1) 

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER