pilihan +INDEKS
Dinas Kebudayaan Jangan Sekadar Pajangan
Kepala Dinas Harus Paham Akar Budaya Melayu
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Pengesahan Peraturan Daerah tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Kota Pekanbaru menjadi momentum penting bagi penguatan pelestarian adat dan budaya di ibu kota Provinsi Riau. Salah satu poin strategis dalam regulasi tersebut adalah pembentukan Dinas Kebudayaan Tipe B secara definitif.
Ketua Umum MKA LAMR Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka SM, menyambut positif lahirnya perangkat daerah baru tersebut. Namun, ia mengingatkan agar Dinas Kebudayaan tidak hanya menjadi simbol birokrasi tanpa arah dan dampak nyata di tengah masyarakat.
“Pembentukan Dinas Kebudayaan ini patut diapresiasi sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah. Tapi jangan sampai hanya jadi pajangan administrasi. Dinas ini harus langsung bekerja nyata, terukur, dan mampu menjawab tantangan pembangunan budaya ke depan,” tegas Rizky Bagus Oka usai rapat paripurna DPRD Pekanbaru, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, keberhasilan Dinas Kebudayaan nantinya sangat ditentukan oleh sosok kepala dinas yang ditempatkan. Ia menilai jabatan strategis tersebut tidak boleh diisi sekadar berdasarkan kepentingan birokrasi, melainkan harus dipimpin figur yang memahami akar budaya Melayu dan memiliki kepedulian terhadap pelestarian adat.
“Calon Kepala Dinas Kebudayaan harus benar-benar orang yang paham akar budaya, mengerti adat, dan punya visi membangun kebudayaan di tengah masyarakat Pekanbaru yang heterogen. Jangan asal tempatkan pejabat tanpa rekam jejak dan kapasitas di bidang kebudayaan,” ujar politisi Partai Gerindra ini.
Anggota DPRD Pekanbaru ini juga menyebutkan, Kota Pekanbaru yang kini berkembang sebagai kota metropolitan membutuhkan penguatan identitas budaya Melayu sebagai payung dalam menjaga harmoni keberagaman masyarakat.
Ia juga menekankan agar Dinas Kebudayaan tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong sektor ekonomi kreatif berbasis budaya agar berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Budaya harus dikelola dengan pendekatan modern dan produktif. Jangan hanya bicara pelestarian secara simbolik, tapi bagaimana budaya bisa terintegrasi dengan pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.
LAMR Kota Pekanbaru, lanjut Rizky Bagus Oka, siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pelestarian adat dan budaya Melayu di Kota Bertuah.
“LAMR membuka ruang sinergi seluas-luasnya. Harapan kita, budaya tidak menjadi eksklusif, tetapi hadir sebagai kekuatan pembangunan dan identitas daerah,” pungkasnya.(srn1)
Berita Lainnya +INDEKS
Pemko dan DPRD Pekanbaru Resmi Tambah Tiga Dinas Baru
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama DPRD Kota Pekanbaru resmi me.
Donor Darah PDIP Pekanbaru, 110 Kantong Darah Terkumpul
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Pekanbaru sukses mengg.
Momentum Hari Pendidikan, Soroti Kesejahteraan Guru dan Kualitas Pendidikan
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat penting.
DPRD Pekanbaru Yakin Flyover Simpang Panam Rampung di Era Kepemimpinan SF Hariyanto
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru menyatakan optimi.
Komisi IV ke Kejagung: ATR/BPN Dituding Tertutup, Dokumen Kunci Tak Pernah Dibuka
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas membawa dugaan p.
Atasi Banjir Pekanbaru, Buat Kolam Resapan atau warga Terus Jadi Korban
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Persoalan banjir di Kota Pekanbaru kian meluas dan pastinya mengganggu.







