pilihan +INDEKS
Rupiah Melemah ke Rp17.660 per Dolar AS, Pengamat Ingatkan Dampak Luas bagi Ekonomi Riau
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.660 per dolar Amerika Serikat (AS), memperpanjang tren pelemahan yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Edyanus Herman Halim
Mengutip data Bloomberg, rupiah turun 6,5 poin atau 0,04 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Pelemahan ini terjadi di tengah pergerakan bervariasi mata uang kawasan Asia maupun Eropa terhadap dolar AS.
Di kawasan Asia, Yen Jepang menguat 0,03 persen, dolar Hongkong naik 0,02 persen, dolar Taiwan menguat 0,15 persen, serta Ringgit Malaysia naik 0,02 persen. Sementara Won Korea Selatan melemah 0,35 persen, dolar Singapura turun 0,04 persen, dan Baht Thailand terkoreksi 0,07 persen.
Adapun di kawasan Eropa, Euro menguat 0,02 persen, Poundsterling naik 0,05 persen, serta Franc Swiss menguat 0,04 persen terhadap dolar AS.
Menanggapi kondisi tersebut, pengamat ekonomi Riau, Dr H Edyanus Herman Halim SE MS CCFA CRA CRP CAC CHRM CDM CSEO, menilai pelemahan rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar AS berpotensi memberikan tekanan besar terhadap ekonomi daerah, termasuk Provinsi Riau.
Menurutnya, dampak paling cepat dirasakan masyarakat adalah kenaikan harga kebutuhan pokok dan meningkatnya biaya distribusi barang.
“Harga-harga kebutuhan pokok akan naik. Barang yang memiliki komponen impor otomatis terdampak, termasuk mie instan karena bahan baku terigu masih impor. Begitu juga tahu dan tempe karena kedelai masih banyak didatangkan dari luar negeri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melemahnya rupiah juga akan berdampak langsung terhadap biaya transportasi dan logistik yang akhirnya memicu kenaikan harga barang di tingkat konsumen.
Kondisi itu, kata Edyanus, berisiko menekan daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok berpenghasilan tetap seperti aparatur sipil negara (ASN), pegawai swasta, dan pekerja formal lainnya.
“Pendapatan masyarakat tidak naik secepat inflasi, sementara harga kebutuhan terus meningkat. Ini yang membuat daya beli melemah,” katanya.
Untuk meredam dampak ekonomi yang lebih luas, Edyanus mendorong pemerintah daerah memperkuat fondasi ekonomi melalui peningkatan ekspor dan pengurangan ketergantungan terhadap barang impor.
Selain itu, efisiensi belanja negara dinilai perlu diperketat dengan fokus pada program prioritas yang benar-benar berdampak terhadap masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan produktivitas industri dalam negeri agar kebutuhan masyarakat tidak terlalu bergantung pada produk impor.
“Pemerintah harus memperbaiki infrastruktur distribusi barang dan memangkas ekonomi biaya tinggi, mulai dari transportasi, pergudangan, terminal hingga biaya-biaya siluman lainnya,” tegasnya.
Di tingkat nasional, Edyanus menilai pemerintah bersama Bank Indonesia perlu terus menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar valuta asing dan penyesuaian kebijakan suku bunga agar tetap menarik bagi investor.
Sementara bagi pelaku usaha, langkah efisiensi operasional, penggunaan bahan baku lokal, hingga strategi lindung nilai atau hedging menjadi penting untuk meminimalkan risiko akibat fluktuasi kurs.
Ia juga mengimbau masyarakat agar mulai lebih bijak dalam mengelola keuangan dan investasi dengan mengalihkan instrumen ke aset berbasis rupiah seperti deposito, saham domestik, Reksa Dana, maupun Surat Berharga Negara (SBN).
“Masyarakat juga perlu lebih mencintai produk dalam negeri dan mengurangi konsumsi barang impor agar tekanan terhadap rupiah tidak semakin besar,” ujarnya.
Menurut Edyanus, pelemahan rupiah saat ini tidak bisa dilepaskan dari gejolak ekonomi global sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional maupun daerah.
“Semua sektor terdampak. Karena itu kondisi ini harus dihadapi bersama agar ekonomi tetap bergerak dan masyarakat tidak semakin tertekan,” pungkasnya.(srn3)
Berita Lainnya +INDEKS
Tegakkan Kepatuhan Perpajakan, Kanwil DJP Riau Sita Belasan Aset Wajib Pajak
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Riau melaksana.
Jelang Batas Relaksasi, Kanwil DJP Riau Gencarkan Kelas Pajak Coretax Gratis
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Direktorat Jenderal Pajak melalui Kantor Wilayah DJP Riau mengintensifka.
Audiensi Kanwil DJP Riau dengan Pemprov Riau, Perkuat Sinergi dan Dukungan Program Perpajakan
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Riau melaksanaka.
Antrean Pertalite Mengular, Dewan Kota Minta Pemerintah Pastikan Pasokan Aman dan Tepat Sasaran
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Keluhan masyarakat terkait ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersu.
Catat Kenaikan 8,7 Persen, Sukses Layani 218.071 Penumpang dan Zero Accident
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II resmi m.
Posko Terpadu Resmi Beroperasi, Trafik Penumpang Bandara SSK II Naik 26 Persen di H-7 Lebaran
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Pergerakan penumpang dan penerbangan di Bandara Internasional Sultan S.







