pilihan +INDEKS
Lindungi Konsumen, DPRD Pekanbaru Tekankan Aksi Nyata Cegah Peredaran Beras Oplosan
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU — Ancaman beras oplosan yang marak secara nasional kini turut menjadi perhatian serius di Kota Pekanbaru.
Komisi II DPRD Pekanbaru mendesak pemerintah kota bersama pihak terkait untuk tidak lengah dan segera mengambil langkah konkret guna melindungi masyarakat sebagai konsumen.
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri, menegaskan pentingnya pengawasan ketat dan tindakan preventif, mengingat praktik pengoplosan beras kerap terjadi secara tersembunyi dan sistematis.
“Jangan tunggu ada korban baru bertindak. Kita minta Pemko bersama OPD terkait dan Satgas Pangan segera melakukan sidak ke semua gudang beras, baik yang terdaftar maupun yang tidak. Ini demi melindungi konsumen dari praktik curang,” kata Syamsul, Jumat (18/7/2025).
Menurut politisi Golkar ini, modus yang umum dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab adalah mencampur beras berkualitas rendah dengan beras premium, lalu menjualnya dengan harga tinggi. Praktik ini dinilai merugikan masyarakat dan mencederai kepercayaan konsumen.
“Sidak jangan hanya ke supermarket. Semua gudang harus diperiksa. Harus melibatkan aparat kepolisian agar tidak ada celah permainan,” tegasnya.
Selain itu, ia juga meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Disperindag Kota Pekanbaru lebih aktif melakukan pengawasan distribusi beras, serta menjatuhkan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran.
Sementara itu, Kepala UPT Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Provinsi Riau, Dedi Yasmono, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus beras oplosan di Pekanbaru.
Namun, ia mengakui potensi peredarannya tetap ada, mengingat 70 persen kebutuhan beras di Riau masih dipasok dari luar daerah.
“Kami terus lakukan pengawasan bersama tim OKKPD. Sebagian besar beras yang beredar berasal dari Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatera Barat,” ujarnya kepada wartawan.
Pihaknya juga rutin turun ke lapangan memeriksa pasar tradisional dan ritel modern. Di sisi lain, koordinasi lintas provinsi terus diperkuat untuk memastikan jalur distribusi tetap dalam pengawasan.
“Kami sudah menyurati provinsi seperti Jambi, Sumatera Utara, Palembang hingga Bengkulu, untuk memastikan setiap pasokan beras yang masuk bisa diregister dan diawasi,” tambahnya.(srn1)
Berita Lainnya +INDEKS
MinyaKita Langka dan Harga Melonjak, DPRD Tegaskan Pemerintah dan Aparat Wajib Jamin Ketersediaan
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Kelangkaan minyak goreng subsidi MinyaKita di Kota Pekanbaru tak hanya.
Jawab Kritik Fraksi di Paripurna LKPj, Pemko Klaim PAD Rp1,3 Triliun dan Surplus Rp255 Miliar
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan telah menjawab seluruh p.
Umumkan Hasil Seleksi, Pansel Minta Dukungan Masyarakat Laporkan Rekam Jejak Peserta
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU--Panitia Seleksi (Pansel) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Riau Petrole.
Manajeme Talenta, 43 Pejabat Lingkungan Pemko Dilantik, 5 OPD Masih Plt
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho resmi melantik 43 pejabat piliha.
Pekanbaru Gagal di 2025, Targetkan Piala Adipura 2026
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Gagal meraih penghargaan Adipura pada 2025 menjadi momentum evaluasi b.
Bupati Siak Wajibkan Perusahaan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
SIARAN.CO.ID, SIAK– Bupati Siak Afni Zulkifli, menegaskan seluruh perusahaan yang beroperasi di.







