pilihan +INDEKS
APBD-P yang Realistis Hanya Rp 2,9 Triliun
Fraksi PDIP Ingatkan, APBD Ini Uang Rakyat, Bukan untuk Kepentingan Perorangan
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru menggelar Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (R-APBD-P) 2025, Senin (29/9/2025).
Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Dicky Suryadi, didampingi Tengku Azwendi Fajri dan Andry Saputra, serta dihadiri anggota dewan lainnya. Dari pihak eksekutif hadir Pj Sekretaris Daerah (Sekdako) Zulhelmi Arifin, sejumlah pejabat eselon, dan unsur Forkopimda Pekanbaru.
Dalam pandangan umumnya, Fraksi PDI-P menyoroti rendahnya kehadiran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam pembahasan anggaran, yang dinilai menghambat transparansi dan efektivitas penyusunan APBD.
"Kami minta Wali Kota mengevaluasi kinerja Sekda. Jika terus dijabat Pj, dikhawatirkan roda pemerintahan terganggu. Harapan kami, pemerintahan bisa berjalan baik dan profesional," tegas juru bicara Fraksi PDI-P, Zakri.
Zakri juga mengingatkan Pemko agar tidak terlalu optimistis dalam menetapkan nilai R-APBD Perubahan 2025.
"Nilai realistisnya hanya Rp 2,9 triliun, bukan Rp 3,21 triliun. Jangan sampai terjadi tunda bayar lagi. APBD ini uang rakyat, bukan untuk kepentingan perorangan," tegasnya.
Fraksi PDI-P juga mengkritisi sikap OPD yang hadir tanpa data dan dokumen saat diundang hearing, serta mengeluhkan tak satu pun Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD diakomodasi Pemko, padahal Pokir merupakan hasil reses yang menyerap aspirasi masyarakat.
Nada serupa disampaikan Fraksi PAN. Juru bicara Fraksi PAN Irman Sasrianto menilai keterlambatan Pemko menyerahkan draf R-APBD-P 2025 mencerminkan lemahnya komitmen eksekutif.
"Penghapusan alokasi dana Pokir adalah kesalahan besar. Harus segera dikoreksi agar program masyarakat tidak terabaikan," tegas Irman.
Fraksi PKS melalui juru bicara dr Meiza Ningsih meminta Pemko mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mempertimbangkan sistem e-parkir, mengevaluasi kinerja PDAM dan perseroan daerah, serta merealisasikan kegiatan reses dewan.
Sementara Fraksi Demokrat, melalui Pangkat Purba, mendukung rasionalisasi anggaran OPD untuk menyelesaikan proyek infrastruktur dan mengurangi tunda bayar.
Rapat paripurna dilanjutkan dengan agenda jawaban pemerintah terhadap pandangan umum fraksi yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (29/9/2025) malam.(srn1)
Berita Lainnya +INDEKS
MinyaKita Langka dan Harga Melonjak, DPRD Tegaskan Pemerintah dan Aparat Wajib Jamin Ketersediaan
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Kelangkaan minyak goreng subsidi MinyaKita di Kota Pekanbaru tak hanya.
Jawab Kritik Fraksi di Paripurna LKPj, Pemko Klaim PAD Rp1,3 Triliun dan Surplus Rp255 Miliar
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan telah menjawab seluruh p.
Umumkan Hasil Seleksi, Pansel Minta Dukungan Masyarakat Laporkan Rekam Jejak Peserta
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU--Panitia Seleksi (Pansel) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Riau Petrole.
Manajeme Talenta, 43 Pejabat Lingkungan Pemko Dilantik, 5 OPD Masih Plt
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho resmi melantik 43 pejabat piliha.
Pekanbaru Gagal di 2025, Targetkan Piala Adipura 2026
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Gagal meraih penghargaan Adipura pada 2025 menjadi momentum evaluasi b.
Bupati Siak Wajibkan Perusahaan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
SIARAN.CO.ID, SIAK– Bupati Siak Afni Zulkifli, menegaskan seluruh perusahaan yang beroperasi di.







