pilihan +INDEKS
Bongkar Sindikat Mafia Tanah, 12 Anggota Tim Satgas Mafia Tanah Pusat Pastikan ke Pekanbaru
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Laporan warga soal dugaan permainan lahan di Jalan Sudirman, tepatnya di samping Koki Sunda, memasuki babak baru. Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru memastikan semua dalam proses, dan juga mengabarkan Tim Satgas Mafia Tanah Pusat dalam waktu dekat segera turun melakukan penyelidikan mendalam ke Pekanbaru.
Tidak main-main, kasus ini menyeret oknum BPN Pekanbaru dan diduga melibatkan jaringan mafia tanah ini tengah menjadi sorotan serius.
“Mereka (Satgas, red) sudah konfirmasi lewat surat resmi. Ada 12 orang, 9 dari Kejagung dan 3 dari Kementerian ATR/BPN,” kata Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Zulfan Hafiz ST, Senin (24/11/2025) kepada wartawan siaran.co.id.
Berita terkait;
Dikatakannya, Satgas akan menjalankan kewenangannya mulai dari meninjau lokasi lahan, meminta penjelasan langsung dari BPN Pekanbaru dan Kanwil BPN Riau, hingga memeriksa seluruh dokumen yang dilaporkan ke Kejagung dan Kementerian ATR/BPN.
“Mudah-mudahan semuanya terbuka jelas dan juga membongkar sindikat mafia tanah di Pekanbaru,” tegas Zulfan.
Untuk diketahui, kasus yang dilaporkan Komisi IV ke pusat bermula dari lahan seluas 6 hektare di Jalan Sudirman. Tujuh sertipikat hak milik (SHM) diterbitkan oleh BPN Pekanbaru di atas objek yang sama, memicu keberatan ahli waris pemilik SHM pertama, yakni Rusdi dan Arman.
Tak terima haknya diduga dimainkan oknum, keduanya mengadu ke Komisi IV DPRD.
“Selama tim bekerja di Pekanbaru, kami siapkan semua dokumen pendukung agar tabir praktik mafia tanah ini benar-benar terbuka,” tambah Zulfan.
Ditambahkan Zulfan, untuk menghindari adanya dugaan permainan oknum di lahan yang sedang berproses hukum ini, Komisi IV DPRD Pekanbaru sudah menyurati Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Pekanbaru.
Tujuannya semata-mata, agar dinas tersebut tidak mengeluarkan izin atau surat rekomendasi apapun di lahan tersebut.
"Kasihan pemiliknya bertahun-tahun dimainkan oknum. Kita tegaskan di surat itu, jangan dulu mengeluarkan izin sebelum selesai kasusnya sesuai hukum yang berlaku," tutur Zulfan Hafiz lagi.(srn1)
Berita Lainnya +INDEKS
Vendor Security di Dumai Diterpa Dugaan Pungutan Liar, Eks Pekerja Speak Up!
SIARAN.CO.ID, DUMAI– Perusahaan penyedia jasa tenaga keamanan (security.
Api Kepung Sumur Minyak BSP, Bupati Siak Pimpin Pemadaman di Tengah Ancaman Harimau
SIARAN.CO.ID, SIAK– Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sekitar Taman Nasional Zamrud, Kabu.
Antisipasi Bahaya Kabut Asap, Nurul Ikhsan Bagikan Ribuan Masker Gratis ke Warga Pekanbaru
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Di tengah kepungan kabut asap yang sudah masuk level tidak sehat, kepedu.
Sahabat Lingkungan Riau Desak "Tembak Mati" Dalang Karhutla
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Selalu rakyat yang menjadi korban. Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Ria.
Kemarau, DLHK Pekanbaru Intensifkan Penyiraman Tanaman 4 Kali Sehari, Habiskan 252 Ribu Liter Air
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Selama musim kemarau ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) ki.
Pemko Pekanbaru Gelar Salat Istisqa Serentak di 15 Kecamatan, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengambil langkah bersama menghadapi .







