pilihan +INDEKS
DPRD Pekanbaru Dukung Teknologi Olah Sampah 24 Jam, Bisa Diterapkan di Kota Bertuah?
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Upaya penanganan persoalan sampah di Kota Pekanbaru memasuki babak baru. Bertempat di Ruang Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Pekanbaru, Senin (2/3/2026), pimpinan dan anggota dewan memberikan apresiasi atas paparan teknologi pengelolaan sampah terpadu yang dinilai mampu menjawab persoalan klasik kota ini.
Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid, bersama Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Rois, serta sejumlah anggota dewan mendengarkan langsung pemaparan Prof Dr Eng Jaswar Koto beserta tim terkait skema pengelolaan sampah terpadu berbasis lingkungan dan terintegrasi dengan agrobisnis pertanian serta peternakan.
Dalam pertemuan tersebut, Isa menjelaskan bahwa DPRD turut menghadirkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Pertanian dan Peternakan, serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru guna membahas secara komprehensif konsep yang ditawarkan.
“Prof Dr Eng Jaswar Koto merupakan salah satu putra Pekanbaru yang juga seorang pakar teknologi yang tinggal di Jepang,” ujar Isa.
Menurutnya, konsep yang dipaparkan sangat menarik karena mampu mengolah sampah hanya dalam waktu 24 jam menjadi bahan pupuk. Dengan sistem tersebut, sampah yang masuk hari ini dapat diselesaikan keesokan harinya tanpa menumpuk dalam waktu lama.
Isa menegaskan, realisasi konsep tersebut tentu memerlukan kebijakan strategis dari Pemerintah Kota Pekanbaru.
Ia menyebutkan sejumlah opsi pengelolaan, mulai dari dikelola langsung oleh pemerintah daerah, melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), kerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga melibatkan pihak ketiga.
“Mengenai simulasi konsep agar benar-benar terwujud, tentu perlu telaah lebih lanjut. Apakah dikelola pemko sendiri atau melalui skema lain, itu yang akan kita kaji bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Jaswar Koto menjelaskan bahwa sistem pengelolaan sampah terpadu yang ditawarkan menggunakan metode gravitasi, serupa dengan sistem yang diterapkan di Jepang. Dengan metode tersebut, tidak ada lagi sampah yang tersisa lebih dari satu hari.
Ia memaparkan, kebutuhan modal awal untuk membangun sistem ini diperkirakan mencapai Rp37 miliar. Namun, dari skema bisnis yang disusun, potensi pemasukan dapat mencapai Rp74 miliar per tahun dari hasil pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi, termasuk pupuk untuk sektor pertanian dan peternakan.
“Dengan sistem pengelolaan sampah terpadu ini, dampak ekonomi bagi masyarakat akan sangat besar,” ujarnya.
Selain menyelesaikan persoalan lingkungan, konsep tersebut juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan sektor agrobisnis di Pekanbaru melalui pemanfaatan hasil olahan sampah menjadi pupuk organik yang dapat digunakan petani dan peternak lokal.
Di akhir pertemuan, Jaswar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mencontoh keberhasilan Jepang dalam mengelola sampah secara disiplin dan terintegrasi.
Ia berharap, dengan dukungan DPRD dan komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru, teknologi pengelolaan sampah terpadu ini tidak hanya berhenti pada tahap wacana, tetapi benar-benar diwujudkan demi mewujudkan Pekanbaru yang bersih, sehat, dan berdaya saing secara ekonomi.(srn1)
Berita Lainnya +INDEKS
Pemerintah Diminta Matangkan Persiapan dan Utamakan Keselamatan
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Tradisi balik kampung atau mudik Lebaran selalu menjadi momen yang pal.
APBD 2026 Tuntas Dievaluasi, DPRD Desak Pemko Pekanbaru Segera Belanjakan Rp3,049 Triliun untuk Rakyat
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru Tahun 202.
Tunggu Eksekusi APBD 2026, DPRD Desak Pemko Pekanbaru Tuntaskan Jalan Berlubang dan Drainase Bermasalah
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Perbaikan jalan rusak dan penanganan drainase di Kota Pekanbaru masih .
Perda Investasi Pekanbaru Disahkan: Dorong Pertumbuhan dengan Muatan Lokal dan Kontribusi Nyata
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Setelah melalui proses yang panjang, hingga akhirnya DPRD Kota Pekanba.
Tegas! DPRD Desak OPD Sikat Produk Kadaluwarsa dan Izin Edar Bermasalah Jelang Ramadan–Idulfitri
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Robin Eduar MH, mendesak organisas.
Riau di Tengah Pusaran OTT KPK: Pemerintahan Berjalan, Investasi dan PAD Jadi Andalan
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Pasca operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menyeret Gubernur Riau non.







