• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Internasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • More
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Olahraga
  • Video
  • Pilihan Editor
  • Advertorial
  • Galeri Foto
  • Terpopuler
  • Indeks
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS

Rambu Larangan Parkir Dipasang di Flyover Kelok 9, Pengendara Bandel, Dihukum Push Up
Lantik Kepala Inspektorat, Gubri Ingin Institusi Pengawasan Harus Kuat
Sigit Juli Hendriawan Resmi Dilantik Sebagai Kepala Inspektorat Riau
Atasi Karhutla, Wagubri Akan Berdayakan Tim Satgas Penertiban Perkebunan Ilegal Riau
Tim Gugas Covid-19 Tracing 25 Penumpang Lion Air Tujuan Pekanbaru - Jakarta

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

Dari Senapelan ke Pekanbaru, Menyusuri Jejak Sejarah Kota Bertuah yang Kini Berusia 241 Tahun

Redaksi

Senin, 23 Juni 2025 23:40:00 WIB
Cetak
Dari Senapelan ke Pekanbaru, Menyusuri Jejak Sejarah Kota Bertuah yang Kini Berusia 241 Tahun
Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka saat membacakan sejarah singkat kota Pekanbaru. (Foto: siarancoid)

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-241 Kota Pekanbaru, yang diselenggarakan DPRD Kota Pekanbaru dalam rapat paripurna istimewa, Senin (23/6/2025) di Balai Payung Sekaki, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka, membacakan sejarah singkat berdirinya Kota Pekanbaru.

Sejarah singkat yang disunting oleh Datuk Hendra dan tuan Bayu Amde ini membuka kembali ingatan kolektif masyarakat akan perjalanan panjang kota bertuah yang kini menjadi simpul utama perdagangan dan jasa di Sumatera bagian tengah.

Disampaikannya, bahwa sebelum bernama Pekanbaru, dikenal dengan nama Senapelan, perkampungan yang berada di tepi Sungai Siak, yang membentuk pola kawasan mengikuti aliran sungai secara linier sudah  tercatat sejak tahun 1683 dalam arsip surat menyurat VOC Malaka ke Batavia.

Senapelan atau Sinapalan dalam arsip VOC dituliskan sebagai sebuah kampung persinggahan bagi kapal-kapal VOC dan  
pedagang, sebelum berangkat ke hilir arah Semenanjung Malaya maupun balik ke hulu arah Petapahan yang merupakan pelabuhan  penting di bagian dalam Sumatera saat itu.

Berita terkait

https://siaran.co.id/news/detail/714/momentum-refleksi-dan-kolaborasi-bangun-kota-pekanbaru

Senapelan dipimpin oleh seorang batin bergelar Setia Raja. Batin Senapelan adalah gelar kepala Suku Senapelan, yang wilayahnya dimulai dari Sungai Lukut  hingga Palas dan memanjang ke arah kanan dari Sungai Pendanau hingga ke Sungai Kandis (saat sekarang dikenal dengan nama Sungai Sibam).

Tatkala Sultan keempat Kerajaan Siak yaitu Sultan Abdul Jalil  Alamuddin Syah (1766-1780) dan Sultan kelima Sultan Muhammad  Ali Muazzam Syah (1780-1782) menjadikan Senapelan sebagai pusat  pemerintahan Kerajaan Siak. Sebelumnya, pusat kerajaan berada di Buantan pada masa Raja Kecik, kemudian di Mempura pada masa Sultan Mahmud atau yang popular dengan Tengku Buwang dan anaknya Sultan Ismail. Perpindahan pusat pemerintahan ke Senapelan antara lain karena Senapelan memiliki keuntungan yang  lebih baik karena terletak di persimpangan lalu lintas perdagangan yang ramai.  

"Sebagaimana diketahui bahwa pada masa itu Senapelan adalah pengembangan dari sebuah dusun bernama Payung Sekaki jauh sebelum berdirinya Kerajaan Siak. Dusun Payung Sekaki ini kemudian berkembang ke selatan Sungai Siak di sekitar Pasar Bawah yang dikenal sebagai Senapelan," kata Datuk Seri Rizky Bagus Oka.

Ketika Sultan Alamuddin Syah bertahta, pada tahun 1767, ia menjadikan Senapelan sebagai  pusat pemerintahan. Lambat laun, nama Senapelan menjadi populer untuk menyebutkan seluruh daerah tersebut. Senapelan menjadi  pemukiman dengan penduduk dalam kepemimpinan seorang batin atau kepala suku, disebut dengan masyarakat suku Senapelan yang hidup dengan melakukan peladangan.

Setelah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Siak, Senapelan menjadi semakin ramai dengan aktivitas perdagangan, sehingga perlu dibangun sebuah pekan (pasar). Namun, perkembangan pekan ini lambat, tingkat perdagangan masih biasa saja.

Barulah pada masa Sultan Muhammad Ali Muazzam Syah, pasar ini menjadi perhatiannya. Pekan tersebut diperbaharui dan ditata ulang sehingga berkembang dengan pesat. 

"Pekan ini kemudian dikenal dengan Pekanbaru," ujar Datuk Seri yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Gerindra.

Pembangunan pekan atau pasar ini terkait dengan pembangunan bandar yang tidak jauh dari pasar dan ruas jalan baru. Setelah sultan kelima ini mangkat dan diberi gelar Marhum Pekan, kekuasaan Senapelan diserahkan kepada Datuk Bandar yang dibantu oleh empat Datuk besar yang disebut datuk empat suku yaitu Datuk Lima Puluh, Datuk Tanah Datar, Datuk Pesisir dan Datuk Kampar.

Keempat datuk ini bertanggungjawab kepada Sultan Siak, sementara jalannya pemerintahan menjadi tanggungjawab Datuk Bandar.

"Berdasarkan musyawarah datuk empat suku tersebut, pada tanggal 21 Rajab hari Selasa tahun 1204 H bersamaan dengan 23 Juni 1784 M yang disandarkan kepada catatan Imam Suhil, negeri Senapelan diganti namanya menjadi Bandar Pekan, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Pekanbaru," ungkapnya.

Perkembangan selanjutnya tentang pemerintahan di Kota Pekanbaru selalu mengalami perubahan, antara lain sebagai berikut:  

1. SK Kerajaan Siak No.1 tanggal 19 Oktober 1919, Pekanbaru bagian dari Kerajaan Siak yang disebut District.

2. Tahun 1931 Pekanbaru masuk wilayah Kampar Kiri dikepalai oleh seorang Controleur berkedudukan di Pekanbaru.  

3. Tanggal 8 Maret 1942 Pekanbaru dikepalai oleh seorang Gubernur Militer disebut Gokung, Distrik menjadi Gun dikepalai oleh Gunco.  

4. Ketetapan Gubernur Sumatera di Medan tanggal 17 Mei 1946  No.103 Pekanbaru dijadikan daerah otonom yang disebut Haminte atau Kota B.  

5. UU No.22 tahun 1948 Kabupaten Pekanbaru diganti dengan Kabupaten Kampar, Kota Pekanbaru diberi status Kota Kecil.  

6. UU No.8 tahun 1956 menyempurnakan status Kota Pekanbaru sebagai kota kecil.  

7. UU No.1 tahun 1957 status Pekanbaru menjadi Kota Praja.

8. Keputusan mendagri tanggal 20 Januari 1959 Pekanbaru menjadi ibukota Provinsi Riau.  

9. UU No.18 tahun 1965 resmi pemakaian sebutan Kotamadya dan berdasarkan UU No 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah  sebutan Kotamadya berubah menjadi Kota.  

Sebelum tahun 1960, Pekanbaru hanyalah kota dengan luas 16 km Persegi yang kemudian bertambah menjadi 62.96 km Persegi dengan 2 kecamatan yaitu Kecamatan Senapelan dan Kecamatan Lima Puluh.

Selanjutnya pada tahun 1965 bertambah menjadi 6 kecamatan dan tahun 1987 menjadi 8 kecamatan dengan luas wilayah 446,50 km persegi. Dengan meningkatnya kegiatan pembangunan menyebabkan meningkatnya kegiatan penduduk disegala bidang yang pada akhirnya meningkatkan pula tuntutan dan kebutuhan masyarakat terhadap penyediaan fasilitas dan utilitas perkotaan serta kebutuhan lainnya.

Untuk lebih terciptanya tertib pemerintahan dan pembinaan wilayah yang cukup luas maka dibentuklah Kecamatan Baru berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 10 Tahun 2019 menjadi 15 Kecamatan, 83  Kelurahan, 761 RW dan 3.068 RT. (Sumber BPS PKU, 2023).  

"Tahun ini, Kota Pekanbaru sudah berumur 241 tahun. Perkembangan yang signifikan ini menjadikan Pekanbaru sebagai kota yang penting di Sumatera. Penghubung utara, selatan, barat dan timur melalui Sungai Siak dan menjadi kota Melayu yang multi etnis, berbasiskan perdagangan dan jasa yang akan terus  digaungkan sehingga tuah kota ini dapat kita rasakan dan nikmati, sampai anak cucu," tuturnya mengakhiri.(srn1) 


 Editor : siaran.co.id

Berita Lainnya +INDEKS

Daerah

Sinergi Penegakan Hukum, Kejari Inhu Kembalikan Aset Tanah 25 Hektare ke Pemkab Inhu

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:43:58 WIB

SIARAN.CO.ID, INHU– Wujud sinergi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah kembali dit.

Daerah

Tak Cukup Saat Ramadan, Warga Desak Pemko Tegas Awasi THM HW Live House Tanpa Kebisingan Sesuai Perda Tibum

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:33:41 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru diminta tidak hanya bersikap tegas t.

Daerah

Ayo Ramaikan Kenduri Anak Pekan, IPP Ajak Warga Pekanbaru Rayakan Kebersamaan

Kamis, 05 Februari 2026 - 14:06:50 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Keluarga Besar Ikatan Putera Pekanbaru (IPP) mengajak seluruh masyarak.

Daerah

Kolaborasi Jadikan Pekanbaru Kota Ramah Anak

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 14:39:48 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU-- Walikota Pekanbaru Agung Nugroho memberikan apresiasi kepada Bunda Pend.

Daerah

Agung: TNI Garda Terdepan Penjaga Kedaulatan dan Kedamaian Indonesia

Selasa, 07 Oktober 2025 - 09:16:57 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyampaikan rasa bangga dan pengh.

Daerah

Soliditas TNI dan Rakyat Kian Kuat, HUT ke-80 TNI di Riau Berlangsung Khidmat dan Meriah

Senin, 06 Oktober 2025 - 12:56:26 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Suasana penuh khidmat menyelimuti upacara peringatan HUT ke-80 TNI yan.


tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

PT Bank CIMB Niaga Tbk Tindaklanjuti Keluhan Nasabah Soal Dugaan Dana Raib Ratusan Juta
15 April 2026
Diduga Transaksi Ghaib, Rp250 Juta Uang Tabungan Nasabah CIMB Niaga Pekanbaru Raib
15 April 2026
MinyaKita Langka dan Harga Melonjak, DPRD Tegaskan Pemerintah dan Aparat Wajib Jamin Ketersediaan
13 April 2026
Jawab Kritik Fraksi di Paripurna LKPj, Pemko Klaim PAD Rp1,3 Triliun dan Surplus Rp255 Miliar
13 April 2026
Restorative Justice Berujung Damai, Edi Lelek Resmi Bebas dari Polsek Bukit Raya
10 April 2026
Pendaftaran Calon Ketum KONI Pekanbaru Dibuka 10–20 April, Syarat Utama: 17 Dukungan Cabor
10 April 2026
Komisi IV DPRD Pekanbaru Seret Dugaan Mafia Tanah ke Pusat, Agendakan Pertemuan dengan Kejagung, DPR RI, Menteri ATR/BPN
09 April 2026
Korupsi Rp33,2 Miliar, Dirut PT SPR Dituntut 7 Tahun dan Direktur Keuangan 6 Tahun Penjara
08 April 2026
Reses di Padang Bulan, Aidhil Nur Putra Serap Aspirasi dan Tindaklanjuti Keluhan Warga
08 April 2026
Ribuan Korban Kapling Kurma PT KKI Muncul di Spanduk, Laporan ke Polda Riau Sejak 2021 Diminta Jadi Atensi
08 April 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Ribuan Korban Kapling Kurma PT KKI Muncul di Spanduk, Laporan ke Polda Riau Sejak 2021 Diminta Jadi Atensi
  • 2 ASN WFH / WFA Setiap Jumat, Tekad: Kualitas Layanan Jangan Kendor
  • 3 Pemilihan RW di Kelurahan Tampan Diintervensi Gara-gara Nilai Rendah, Warga Lapor ke DPRD Pekanbaru
  • 4 Pertamina Jamin Ketersediaan BBM, Per 1 April Pastikan Harga BBM Tidak Naik
  • 5 Usulkan KPK Dampingi Penyusunan APBD Pekanbaru

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Siaran.co.id ©2021 | All Right Reserved