pilihan +INDEKS
Jangan Abaikan Fakta Historisnya
Sayed Abubakar Kritik Gubernur Riau Soal Klaim Proyek Kabel Bawah Laut
SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Tokoh masyarakat Riau, yang juga mantan anggota komisi VII DPR RI, Sayed Abubakar Assegaf, melayangkan kritikan terhadap Gubernur Riau yang baru-baru ini mengklaim keberhasilan membawa proyek kabel bawah laut PLN sebagai prestasi pribadi.
Menurut Sayed, klaim tersebut mengabaikan fakta historis dan teknis di balik proyek jangka panjang tersebut.
“Jangan bungkus rencana lama PLN sebagai keberhasilan politik hari ini,” tegas Sayed.
Berita terkait:
https://siaran.co.id/news/detail/705/listrik-tidak-bisa-diabaikan-listrik-motor-penggerak-ekonomi
Ia menyebut proyek kabel bawah laut yang menghubungkan sistem kelistrikan antarwilayah bukanlah hasil lobi mendadak, melainkan bagian dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021–2030 yang telah dirancang dan dibahas bertahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, proyek ini sempat tertunda bukan karena kurangnya dukungan politik, tetapi karena kendala anggaran dan kompleksitas teknis. Maka ketika proyek itu mulai direalisasikan, publik seharusnya diberikan informasi yang utuh, bukan narasi sepihak yang menyederhanakan proses panjang tersebut.
“Ini bukan prestasi baru. Jangan klaim seolah semuanya lahir dari satu pertemuan dengan direksi PLN. Pembangunan infrastruktur kelistrikan memerlukan studi kelayakan, AMDAL, izin lintas kementerian, hingga persetujuan multiyears. Itu bukan sesuatu yang bisa dicapai semalam,” ungkapnya.
Baca juga:
https://siaran.co.id/news/detail/706/tak-miliki-jukir-resmi-46-minimarket-di-surabaya-disegel
Sayed juga menyoroti ketimpangan antara klaim dan realitas. Ia mencontohkan kondisi kelistrikan di Pekanbaru yang menurutnya masih memprihatinkan.
Pemadaman listrik, kata dia, masih menjadi rutinitas yang menyulitkan masyarakat, bahkan di kawasan perkotaan.
“Kalau memang proyek besar sudah berhasil dibawa masuk, mengapa Pekanbaru masih padam 3–4 kali seminggu? Kabel di laut boleh menyala, tapi jika rumah rakyat tetap gelap, itu belum bisa disebut keberhasilan,” kritiknya lugas.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan bukan diukur dari narasi, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan publik. Menurutnya, rakyat saat ini tidak membutuhkan euforia politik, tetapi kepastian layanan dasar seperti listrik yang stabil.
Baca juga:
Lebih jauh, Sayed memperingatkan agar para pemimpin tidak membangun harapan semu. Narasi prestasi yang belum sepenuhnya terbukti, kata dia, berisiko menciptakan kekecewaan kolektif di kemudian hari.
“Kalau narasinya terus digoreng, nanti publik kecewa karena tidak sesuai realita. Politik jangan jadi panggung ilusi. Yang dibutuhkan rakyat adalah terang, bukan tepuk tangan,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Sayed menyampaikan pesan yang kuat namun bernas: hentikan praktik mengklaim hasil kerja masa lalu sebagai pencapaian pribadi.
“Fokuslah pada menyelesaikan masalah dasar seperti kestabilan listrik di kota dan desa, sebelum membangun mimpi di dasar laut,” pungkasnya.(siaran.co.id/*3)
Berita Lainnya +INDEKS
Napi Kabur Berulang Di Riau, DPR RI Desak Kakanwil dan Kalapas Di Evaluasi
SIARAN.CO.ID, JAKARTA- Kasus narapidana kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Riau kembali.
Puan: Jenderal Listyo Sigit Diberhentikan dengan Hormat, Karena Sudah Waktunya
SIARAN.CO.ID, JAKARTA- DPR RI menyetujui pemberhentian Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari .
Dari Kepala BNN Kini Disetujui Jadi Kapolri
SIARAN.CO.ID, JAKARTA - Komjen Suyudi Ario Seto disetujui DPR RI untuk menjadi Kapolri. Selama be.
Calon Tunggal Kapolri, Suyudi Ario Seto Usung Doktrin Polisi Bersama Masyarakat
SIARAN.CO.ID, JAKARTA- Calon Kapolri Komjen Pol Suyudi Ario Seto memaparkan gagasan 'Polisi Bersa.
Komisi XIII DPR RI Kecewa, Arisal Azis Usulkan Evaluasi Menyeluruh
SIARAN.CO.ID, JAKARTA- Anggota Komisi XIII DPR RI, Arisal Aziz, mengaku kecewa berat dengan kiner.
DJP Catat Penerimaan Pajak Ekonomi Digital Hingga Agustus 2026 Tembus Rp 57,23 Triliun
SIARAN.CO.ID, JAKARTA- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan p.







