• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Internasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • More
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Olahraga
  • Video
  • Pilihan Editor
  • Advertorial
  • Galeri Foto
  • Terpopuler
  • Indeks
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

pilihan +INDEKS

Hubungan Tuhan, Manusia dan Alam dalam Perspektif Tasawuf
Rambu Larangan Parkir Dipasang di Flyover Kelok 9, Pengendara Bandel, Dihukum Push Up
Lantik Kepala Inspektorat, Gubri Ingin Institusi Pengawasan Harus Kuat
Sigit Juli Hendriawan Resmi Dilantik Sebagai Kepala Inspektorat Riau
Atasi Karhutla, Wagubri Akan Berdayakan Tim Satgas Penertiban Perkebunan Ilegal Riau

  • Home
  • Hukrim

Ketua LSM Petir Gugat Kapolda Riau, Sebut Penangkapannya Tidak Sah dan Sarat Kriminalisasi

Redaksi

Rabu, 12 November 2025 00:06:10 WIB
Cetak
Ketua LSM Petir Gugat Kapolda Riau, Sebut Penangkapannya Tidak Sah dan Sarat Kriminalisasi
Suasana sidang perdana Prapid Ketua LSM Petir, Jekson Jumari Pandapotan di PN Pekanbaru, Senin (10/11/2025).

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Ketua LSM Petir, Jekson Jumari Pandapotan, melawan balik proses hukum yang menjeratnya. Ia resmi mengajukan gugatan Pra Peradilan (Prapid) terhadap Kapolda Riau ke Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, dengan tudingan bahwa penangkapan dan penetapannya sebagai tersangka tidak sah secara hukum.

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU— Ketua LSM Petir, Jekson Jumari Pandapotan, melawan balik proses hukum yang menjeratnya. Ia resmi mengajukan gugatan Pra Peradilan (Prapid) terhadap Kapolda Riau ke Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, dengan tudingan bahwa penangkapan dan penetapannya sebagai tersangka tidak sah secara hukum.

Sidang perdana Prapid digelar pada Senin (10/11/2025), dipimpin Hakim Tunggal Aziz Muslim SH MH. Jekson sebagai Pemohon, diwakili tim kuasa hukumnya, Bangun Sinaga SH MH CLA dan Fitri Jayanti SH MH.

Dalam surat permohonan, pihak pemohon menilai proses hukum yang dilakukan oleh Ditreskrimum Polda Riau (Termohon) telah melampaui kewenangan dan sarat dengan indikasi kriminalisasi.

“Penangkapan terhadap klien kami tidak sah. Tidak ada dua alat bukti yang cukup sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP. Bahkan, saat yang disebut OTT pada 14 Oktober lalu, tidak ada barang bukti yang ditemukan pada diri pemohon,” tegas Bangun Sinaga di PN Pekanbaru.

Ia mengungkapkan, uang sebesar Rp150 juta yang dijadikan barang bukti justru berasal dari tas milik seseorang bernama Nur Riyanto Hamzah alias Riyan, bukan milik Jekson.

“Pemohon tidak pernah menyentuh, apalagi mengetahui isi tas tersebut. Justru Riyan lah yang lebih dulu ditangkap. Kami menilai ada rekayasa dan dugaan kerjasama antara pelapor dengan termohon,” lanjutnya.

Kuasa hukum juga menilai tindakan penyidik tidak profesional dan tidak proporsional, karena Jekson dikenal sebagai aktivis vokal yang kerap mengungkap dugaan korupsi di Riau.

“Kami menduga penangkapan ini berkaitan dengan aktivitas klien kami dalam melaporkan dugaan korupsi ke Kejaksaan Agung. Ini bentuk upaya membungkam aktivis antikorupsi,” ujar Bangun.

Selain itu, tindakan penggeledahan rumah Jekson juga disorot. Kuasa hukum menyebut, langkah itu dilakukan secara un-prosedural karena tanpa disaksikan dua orang saksi atau aparat lingkungan, sebagaimana diwajibkan hukum acara pidana.

Dalam petitum gugatannya, Jekson melalui kuasa hukum meminta hakim menyatakan seluruh proses hukum yang dilakukan penyidik Polda Riau tidak sah, mulai dari penangkapan, penetapan tersangka, penyitaan hingga penahanan.

“Kami memohon agar hakim mengembalikan hak, harkat, dan martabat Pemohon dalam kedudukannya semula, serta membebaskannya dari tahanan,” ucap Bangun menegaskan.

Sementara itu, pihak Ditreskrimum Polda Riau selaku Termohon melalui kuasa hukumnya menyatakan akan segera menyampaikan jawaban resmi atas gugatan tersebut dalam sidang lanjutan Pra Peradilan.(srn3/nur) dipimpin Hakim Tunggal Aziz Muslim SH MH. Jekson sebagai Pemohon, diwakili tim kuasa hukumnya, Bangun Sinaga SH MH CLA dan Fitri Jayanti SH MH.

Dalam surat permohonan, pihak pemohon menilai proses hukum yang dilakukan oleh Ditreskrimum Polda Riau (Termohon) telah melampaui kewenangan dan sarat dengan indikasi kriminalisasi.

“Penangkapan terhadap klien kami tidak sah. Tidak ada dua alat bukti yang cukup sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP. Bahkan, saat yang disebut OTT pada 14 Oktober lalu, tidak ada barang bukti yang ditemukan pada diri pemohon,” tegas Bangun Sinaga di PN Pekanbaru.

Ia mengungkapkan, uang sebesar Rp150 juta yang dijadikan barang bukti justru berasal dari tas milik seseorang bernama Nur Riyanto Hamzah alias Riyan, bukan milik Jekson.

“Pemohon tidak pernah menyentuh, apalagi mengetahui isi tas tersebut. Justru Riyan lah yang lebih dulu ditangkap. Kami menilai ada rekayasa dan dugaan kerjasama antara pelapor dengan termohon,” lanjutnya.

Kuasa hukum juga menilai tindakan penyidik tidak profesional dan tidak proporsional, karena Jekson dikenal sebagai aktivis vokal yang kerap mengungkap dugaan korupsi di Riau.

“Kami menduga penangkapan ini berkaitan dengan aktivitas klien kami dalam melaporkan dugaan korupsi ke Kejaksaan Agung. Ini bentuk upaya membungkam aktivis antikorupsi,” ujar Bangun.

Selain itu, tindakan penggeledahan rumah Jekson juga disorot. Kuasa hukum menyebut, langkah itu dilakukan secara un-prosedural karena tanpa disaksikan dua orang saksi atau aparat lingkungan, sebagaimana diwajibkan hukum acara pidana.

Dalam petitum gugatannya, Jekson melalui kuasa hukum meminta hakim menyatakan seluruh proses hukum yang dilakukan penyidik Polda Riau tidak sah, mulai dari penangkapan, penetapan tersangka, penyitaan hingga penahanan.

“Kami memohon agar hakim mengembalikan hak, harkat, dan martabat Pemohon dalam kedudukannya semula, serta membebaskannya dari tahanan,” ucap Bangun menegaskan.

Sementara itu, pihak Ditreskrimum Polda Riau selaku Termohon melalui kuasa hukumnya menyatakan akan segera menyampaikan jawaban resmi atas gugatan tersebut dalam sidang lanjutan Pra Peradilan.(srn3/nur) 


 Editor : siaran.co.id

Berita Lainnya +INDEKS

Hukrim

100 Warga Binaan Tes Urine, dan Puluhan Barang Terlarang Terjaring

Kamis, 24 September 2026 - 16:14:03 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Razia gabungan di Lapas Kelas IIA Pekanbaru digelar Rabu (23/9/2026) mal.

Hukrim

TANSATI Dampingi PT PIR Secara Pro Bono, Bantu Hadapi Persoalan Hukum dan Keuangan

Jumat, 11 September 2026 - 17:16:32 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– Kantor Advokat dan Konsultan Hukum TANSATI menyatakan.

Hukrim

JANGAN OLIGARKI Desak Kejaksaan Periksa Direksi Agrinas, Singgung KSO Kebun Sawit Sitaan Satgas PKH

Kamis, 10 September 2026 - 22:06:47 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU- Jaringan Aktivis Penjaga Aset Negara dari Oligarki (JAN.

Hukrim

Mangkir dari Panggilan DPRD Pekanbaru, CIMB Niaga Disorot OJK: Bisa Kena Sanksi

Kamis, 09 Juli 2026 - 18:13:24 WIB

SIARAN.CO.ID, PEKANBARU– PT Bank CIMB Niaga Tbk mangkir dari panggilan Komisi II DPRD Kota Peka.

Hukrim

Dua Truk Kayu Ilegal Dihentikan Tim Gabungan TNI di Dairi! Pemilik Berinisial S.T. Diburu

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:17:32 WIB

SIARAN.CO.ID, DAIRI– Gerak cepat Tim Gabungan Deninteldam I/Bukit Barisan dan Satgas Intelstrat.

Hukrim

Nawakara Dorong Penguatan Keamanan Platform Integrasi di Tengah Meningkatnya Risiko dari Pihak Ketiga

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:47:52 WIB

SIARAN.CO.ID, JAKARTA- Transformasi digital yang semakin pesat mendorong perusahaan mengintegrasi.


tulis komentar +INDEKS



Terkini +INDEKS

Kuasa Hukum Protes! Denda Rp1,78 M ke PT BSP Dinilai Janggal
16 Oktober 2026
Ketua Fraksi PKS Panjatkan Doa dari Mekah, Desak Korporasi Pembakar Bertobat
15 Oktober 2026
Muhammad Syafii Resmi Jabat Direktur PT SPEM
13 Oktober 2026
Pekanbaru Masih Berasap, Diluar Rumah Warga Diimbau Pakai Masker dan Puskesmas Siaga 24 Jam
12 Oktober 2026
Irjen Pol Arman Achdiat Resmi Jabat Kapolda Riau Gantikan Komjen Pol Herry Heryawan
11 Oktober 2026
Kencana Fight Hang Tuah Combat 2026 Siap Guncang Pekanbaru
10 Oktober 2026
Libur Sekolah Diperpanjang Akibat Kabut Asap, Tekad: Korporasi Harus Bertanggung Jawab
07 Oktober 2026
Kualitas Udara Tak Kunjung Membaik, Disdik Pekanbaru Perpanjang PJJ Hingga Tiga Hari Kedepan
07 Oktober 2026
Lapas Pekanbaru Ikuti Rapat Anev Ditjenpas dan Bahas Pusat Rehabilitasi Warga Binaan
07 Oktober 2026
Geruduk DPRD Pekanbaru, Mahasiswa Desak THM yang Biarkan Anak di Bawah Umur Masuk dan Hampir OD Dipanggil
07 Oktober 2026

Terpopuler +INDEKS

  • 1 Warga 3 Kelurahan di Pekanbaru Adukan Soal Sertifikat Tanah ke Fraksi Golkar DPRD
  • 2 Reuni, Alumni SMU 4 Pekanbaru Angkatan 2002: Semakin Tua Semakin Akrab, Saudara Selamanya
  • 3 Hubungan Tuhan, Manusia dan Alam dalam Perspektif Tasawuf
  • 4 Kasus Uang Nasabah CIMB Niaga Pekanbaru Raib Rp250 Juta Hilang bak Ditelan Bumi, OJK: Proses Sudah Masuk LAPS SJK
  • 5 Alumni SMU 4 Pekanbaru Angkatan 2002 Gelar Reuni

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Siaran.co.id ©2021 | All Right Reserved